Seberapa Lama Boleh Menahan Eek?

MEPNews.id – Pernahkan Anda kebelet buang air besar tapi tidak ada toilet yang bisa dijangkau atau Anda sangat butuh waktu untuk menuntaskan pekerjaan? Pernahkah Anda tidak memenuhi seruan hajat ini tapi akhirnya menahan diri untuk tidak eek?

Tentu pernah! Meski tuntutan tubuh internal ini rutin muncul, dalam kondisi tertentu Anda merasa kurang nyaman memenuhinya. Maka, Lauren Sigfusson menulis untuk D-brief edisi 20 Desember 2017, mengajukan pertanyaan: Seberapa burukkah menahan eek? Seberapa lama kita sehat menahan buang air besar?

Sebagai perbandingan, rata-rata mamalia hanya butuh 12 detik untuk menahan buang kotoran. Manusia bisa menahan lebih lama. Tapi jika Anda terus menahan eek karena rekan kerja di kantor atau anggota keluarga di rumah cenderung ke kamar kecil pada waktu bersamaan dengan Anda tiap hari, wah itu mungkin jadi masalah.

Sesekali menahan eek beberapa jam tidak menyebabkan masalah besar, kata Jonathan Rosenberg pakar pelepasan pencernaan dari American Gastroenterological Association. Tapi, sebaiknya Anda segera keluarkan saat harus mengeluarkan.

“Saat menahan ampas makanan di dalam perut, sangat mungkin usus besar menyedot semua air darinya. Ini membuat ampas makanan jadi lebih kering dan keras, sehingga jadi lebih sulit untuk dikeluarkan,” kata Rosenberg. “Itu jadi sembelit.”

Sembelit, menurut definisi American Gastroenterological Society, adalah ketika Anda mengalami lebih sulit buang air besar (artinya, mengeluarkan eek dengan terasa sakit atau harus peregangan lebih dulu), air besarnya terlalu keras, merasa buang air besar tidak lengkap, dan buang air besarnya kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Menurut National Institutes of Health, sekitar 42 juta orang Amerika mengalami konstipasi. Karena topik yang berhubungan dengan masalah ini tak nyaman untuk dibicarakan, kemungkinan ada banyak lagi penderita konstipasi yang mendiamkannya.

Untungnya, ada cara efektif untuk orang-orang yang menderita konstipasi yang sesekali dan yang kronis. Banyak makan buah dan sayur sangat membantu. Pepaya atau pisang membuat buang air besar jadi lancer dan enak. Sebaliknya, jangan pakai kopi. Rosenberg tidak merekomendasikan kafein untuk mengobati sembelit. “Saya pikir ini bukan cara yang tepat untuk mengatasi gejala,” katanya.

Jika mengalami konstipasi kronis, silakan pakai obat-obatan tertentu sebegaimana yang disarankan dokter.

Jadi, sesekali menahan eek mungkin tidak akan menyebabkan masalah. Tapi, jika sering melakukannya, maka itu bisa menjadi kebiasaan. Lama-kelamaan, kebiasan itu bisa memberi konsekuensi yang tidak menyenangkan dan menyebalkan. Rosenberg mengingatkan, eek itu bukanlah ilmu roket tapi lebih seperti pipa ledeng. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.