Menemukan Tuhan di Balik Reruntuhan Bangunan

MEPNews.id —-Pagi 03.00 dini hari tiba-tiba air bah itu datang pasca hujan lebat sehari semalan mengguyur Pacitan. Sodron yang sehari-harinya selalu hidup gemerlap berlimpah harta dan tak pernah sedikitpun membasuh mukanya dengan air wudhu itu tak pernah sedikitpun kesedihan menghampirinya, bahkan sakitpun tak pernah menghampirinya. Entah mengapa Tuhan begitu memberikan semuanya kepada Sodron.

Kemampuanya berkomunikasi kepada siapapun menjadikan ia banyak koneksi. Bahkan tak jarang mulai dari calon kepala desa, calon bupati, calon gubernur, bahkan tim pemenangan presiden selalu menempatkanya sebagai tim inti.

Koneksinyapun semakin melengangkanya untuk mendapatkan jatah proyek dengan skala yang rata-rata besar, diatas 1 milyard, bahkan dalam setahun tidak kurang dari 25 milyar bisa ia kumpulkan.

PK (penyanyi karaoke) menjadi hidangan sehari-sehari sekedar untuk melepaskan kepenatan setelah melihat beberapa proyek garapannya. Cafe, restauran, rumah makan, mall,wanita-wanita cantik telah menjadi kebiasaan sehari-harinya, untuk membuang sedikit kocek (uang) 1-5 juta untuk sekali acara dung-dung (menyanyi dan bersenang), “hedonisme” sebagai suatu gaya hidup yang telah dilakoninya hampir hitungan tahun kesepuluh.

Braaak….. bangunan rumah yang dalam pikiran manusia tak mungkin hancur atau roboh kalau hanya diterjang air bah itu, tapi Tuhan berkehendak lain, air bah yang datang dini hari itu merobohkan tembok rumahnya, ia yang tampak tidur pulas setelah semalaman berpesta tak menyadari bahwa tubuhnya telah tertindih dan ia pun tak kuasa mengjindarinya. Tak ada lagi yang dapat menolongnya, demikian pula kawan-kawanya yang selama ini telah menaninya selama bersenang-senang.

Allah… Allah…. tolonglah aku, maafkan aku yang selama ini telah melupakan Mu.

Sodron menemukan Tuhannya diantara reruntuhan bangunan. Sambil berkaca-kaca ia telah mendapatinya istri dan anaknya tlah tak bernyawa.

Sodronpun tertunduk lesu, dan merayap pada Tuhannya, menyesali perbuatannya sambil terdengar lirih dari mulutnya yang lama tak menyebut Tuhannya. Astagfirullahal adhim…. astaghfirullahal adhim…. astaghfirullahal admin. Musibah mempertemukan kembali Sodron dengan Tuhannya (m.yazid mar’i)

Facebook Comments

POST A COMMENT.