Akhirnya, Pemkot dan DPRD Surabaya Janji Bangun Lagi Masjid yang Sudah Dirobohkan

MEPNews.id — Ketua DPRD Surabaya Armuji mengaku lega setelah dialog panjang dengan seniman Surabaya.

“Akhirnya kami dialog panjang dan menemukan titik simpulbersama dengan seniman Surabaya,” tegas Armuji dalam dialog refleksi akhir tahun dengan media, ormas dan masyarakat di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (20/12).

Armuji mengaku perdebatan hingga demo selama ini karena lemahnya komunikasi.

“Kami terbuka, kami ingin memajukan Surabaya. Makanya refleksi ini adalah masukan penting bagi kami, ” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum dialog refleksi akhir tahun itu, DPRD dan Seniman sempat dialog 2 jam. Penuh perdebatan sampai akhirnya dewan memenuhi tuntutan seniman Surabaya.

Sebagaimana dirilis Ngopibareng.id, pembanguman gedung baru DPRD tidak akan menggunakan lahan Balai Pemuda, melainkan lahan DPRD sendiri dan gedung baru itu dibangun di atas gedung lama.

Sedang masjid Assakinah yang sudah terlanjur dibongkar, akan dibangun lagi dengan ukuran lebih besar, dan berdiri sendiri. Tidak menjadi bagian dari gedung DPRD Surabaya.

Dua kesimpulan itulah yang diperoleh dari hearing antara Komisi C DPRD Surabaya dengan seniman dan DKS (Dewan Kesenian Surabaya) serta BMS (Bengkel Muda Surabaya), hari Rabu 20 Desember siang. Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi C Syaifuddin Zuhri juga dihadiri Ketua DPRD Armuji dan wakilnya, Masduki Toha. Pertemuan berlangsung sekitar 2,5 jam.

Kesimpulan lainnya, untuk memperluas masjid Assakinah akan menggunakan lahan yang sekarang dipakai sekretariat DKS dan BMS. Karena itu DKS dan BMS nanti akan diberi tempat di gedung baru  DPRD. Selama berlangsung proses pembangunan masjid, sekretariat DKS dan BMS akan dipindahkan ke lokasi yang akan segera dicarikan di lingkungan Balai Pemuda.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Ery Cahyadi yang ikut dalam pertemuan ini berharap, para seniman nanti juga diminta untuk memberi masukan bagaimana lokasi sekretariat untuk DKS dan BMS.

“Kami akan senang apabila kita terbuka, sehingga akhirnya tidak muncul persoalan lagi seperti yang ada sekarang. Dengan terbuka dan masukan-masukan dari seniman, kami justru akan bisa bekerja dengan tenang. Kalau saat ini kan kita berkali-kali merubah desain bangunan karena perencanaanya memang kita lakukan sepihak. Seperti rencana pembangunan mmasjid Assakinah, kita juga sudah mendapat masukan dari para ulama, MUI, NU dan Muhammadiyah,” katanya.

Ditemui terpisah, Wawan Sebagai “komandan lapangan” yang selama ini berjuang mempertahankan masjid Assakinah dan komplek Balai Pemuda, menunggu janji Pemkot dan DPRD Surabaya untuk menepati janjinya.

“Kami akan kawal janji itu diwujudkan. Karena kepercayaan masyarakat sebenarnya sudah pudar dengan berubah-ubahnya keputusan. Namun kami masih ingin lihat apa yang terjadi esok hari,” tegas Wawan aktivis KBRS ini. (Anang)

Facebook Comments

POST A COMMENT.