Jangan Fokus Banggakan Ranking

MEPNews.id – Desember merupakan bulan penerimaan rapor bagi para putra-putri  kita yang menempuh jenjang pendidikan SD/MI hingga SLTA. Saya ikut bahagia di hari yang ceria ini buat Anda semua. Izinkanlah saya memberikan sudut pandang yang mungkin bermanfaat untuk kita semua.

1. BERHENTILAH memamerkan peringkat (ranking) puta-putri Anda! Yang terpenting dari pendidikan itu bukan ranking. Hakikat dari pendidikan itu adalah menjadikan anak Anda:
• mencintai aktivitas membaca untuk mencari pengetahuan
• bisa berpikir logis
• tahu nilai-nilai yang benar dan salah
• mampu mengembangkan bakatnya, dan
• punya semangat juang untuk mewujudkan apa yang dia inginkan secara disiplin dan taat asas (konsisten).

2. BERHENTILAH Anda menjadikan ranking putra-putri sebagai kunci dari keberhasilan !
Ketika kita menjadikan ranking sebagai bukti keberhasilan pada anak kita, dampak terbesar adalah pada titik itulah kita berfokus. Kenyataannya tidak!
• Saat anak Anda mencintai membaca, maka mereka menguasai banyak pengetahuan, tidak peduli apakah mereka punya ranking baik atau buruk.
• Saat anak Anda bisa bepikir logis, maka mereka akan mampu membangun visi dan impian mereka. Visi dan impian mereka itu tidak bisa dinilai per semester atau per semester untuk diperbandingkan antara anak satu dengan anak lainnya.
• Saat anak Anda tahu mana nilai yang benar dan mana yang salah, maka mereka akan punya integritas
• Saat mereka mengenal bakat mereka yang sesungguhnya, maka mereka akan mampu menghasilkan karya dan dedikasi yang terbaik
• Saat anak Anda punya semangat juang, maka itulah kunci sejatinya kesuksesan hidup.

Itu semua tidak bisa di-ranking. Jika Anda fokus pada ranking, maka Anda akan kehilangan nilai-nilai yang hakiki dalam pendidikan. Kalau Anda harus kompromi dengan sistem pendidikan sekolah, maka kompromi Anda adalah, usahakan anak anda selalu naik kelas dan bergairah menjalani aktivitas sekolahnya. Maknai nilai rapor anak Anda hanya sebagai salah satu indikator untuk mengetahui mana titik lemahnya, mana titik unggul dan progress kerjanya, sehingga Anda bisa mengetahui di titik mana Anda harus membantunya.

Sementara sisanya bantulah anak Anda untuk cinta membaca, mampu berhitung secara logis, menemukan bakat/kelebihannya, mengajarkan kejujuran dan punya semangat juang pantang menyerah. Proses pendidikan dan pengajaran  adalah proses seumur hidup. Tidak adil bagi putra-putri Anda hanya dinilai dari ranking yang diperolehnya semester ini atau semester yang lalu.

RIZKI NUANSA HADYAN
Psikolog dan Pemerhati Dunia Pendidikan 

Facebook Comments

POST A COMMENT.