Tidak Merokok Lebih Atraktif Dibanding Merokok

MEPNews.id – Sudahlah, berhentilah merokok. Jangan sok-sokan merokok jika sekadar untuk menarik perhatian. Jika Anda perokok, maka orang akan menganggap Anda kurang atraktif. Ketidak-tertarikan orang lain ini menjadi bukti dampak negatif merokok terhadap penampilan wajah.

Apa betul? Iya, betul. Setidaknya, itu hasil penelitian ilmiah oleh tim peneliti dari University of Bristol di Inggris sebagaimana dikabarkan The Star edisi 17 Desember 2017. Penelitian berjudul ‘Smoking status and attractiveness among exemplar and prototypical identical twins discordant for smoking’ ini telah diterbitkan di jurnal Royal Society Open Science pada 13 Desember.

grafik merokokPenelitian di Bristol ini mengeksplorasi dua aspek dari merokok dan penampilan wajah. Pertama, apakah sekadar penampilan wajah bisa memberi indikasi status merokok? Kedua, bagaimana kebiasaan merokok mempengaruhi daya tarik wajah di mata orang lain?

Eksperimen ini melibatkan lebih dari 500 peserta. Masingmasing peserta penelitian dihadapkan pada wajah 23 pasangan kembar identik, ditambah prototip pria dan wanita. Kembar identik, baik laki-laki maupun perempuan, dipilih karena subjek penelitian memberi para peneliti tingkat kontrol yang dibutuhkan untuk mencapai hasil akurat.

“Kembar identik ini saling berbagi hampir semua materi genetik yang sama. Mereka juga mengalami kesamaan dalam beberapa aspek lingkungan, misalnya; pola asuh, latar belakang budaya, pendidikan. Perbedaan di antara mereka bisa jadi terkait dengan efek lingkungan yang tidak mereka alami bersama. Antara lain; perbedaan perilaku dan gaya hidup, teramsuk kebiasaan merokok,” kata hasil studi tersebut.

Hasilnya, para peserta eksperimen baik laki-laki maupun perempuan dapat mengidentifikasi dengan tingkat ketepatan 70 persen terhadap wajah mana yang perokok dan mana yang tidak merokok. Lebih lanjut, peserta eksperimen pria maupun wanita juga secara dominan memilih wajah prototipe non-perokok sebagai wajah yang lebih atraktif daripada wajah kembarannya yang merokok.

Para peneliti percaya bahwa temuan mereka dapat berperan penting dalam mempromosikan perubahan perilaku merokok terutama di kalangan kaum muda. “Orang muda sangat peka terhadap potensi efek negatif merokok terhadap daya tarik seiring bertambahnya usia,” kata studi tersebut.

“Temuan, terutama untuk prototipe yang mewakili fitur wajah khas perokok dan non-perokok, berpotensi menjadi utilitas dalam mengembangkan dan memperbaiki intervensi perubahan perilaku merokok,” tambahnya. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.