Tahapan Kemampuan Anak Menulis Huruf

honesty3

Oleh : Baldwine Honest, M.Pd

MEPNews.id — Dalam perkembangan motorik halus anak, ada saatnya anak bisa memegang pencil, dari sekedar memegang sampai bisa sempurna menggunakan jari-jarinya untuk mencoret dan menggambar.  Dengan imajinasinya, anak anak mulai mencoret tidak teratur, menggambar sebuah bentuk, menggambar huruf dan angka, dan sampailah ke tahap bisa menyusun huruf,  membentuk kata demi kata, atau kita sebut dengan menulis.

Persiapan sebelum anak bisa menulis menyangkut kegiatan-kegiatan yang ditujukan untuk mempersiapkan motorik halus anak, terutama pada bagian  tiga jari, yaitu ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Persiapan belajar menulis dapat dilakukan dengan melatih anak melakukan hands-on learning , kegiatan menggunakan syaraf taktil dan olah raga, untuk menstimulasi motorik halusnya. Misalnya meremas kertas, bermain pasir, menyusun lego, bermain plastisin, menghitung biji-bijian, meronce, dan lainnya.  Saat motorik halusnya sudah matang, maka terlihat dari kemampuan anak memegang pensil. Pada awalnya, anak hanya memegang pensil untuk mencoret-coret, namun seiring perkembangannya anak akan mengkonsentrasikan jari-jarinya untuk menulis dengan lebih baik. Tahapannya adalah : Coretan acak, coretan terarah, menulis garis tiruan,  latihan huruf acak, menulis nama, dan akhirnya anak bisa menemukan ejaan.

Bagi anak usia dini, menggambar dan menulis secara bersamaan merupakan cara anak untuk mengekspresikan ide dan perasaannya. Menurut Hipple (1985), Gambar yang dibuat anak biasanya menjelaskan “komunikasi berpikir dari gambar itu sendiri”. Menggambar dan menulis adalah merupakan proses yang akan dilewati oleh setiap anak. Mewarnai gambar juga menstimulasi kemampuan jari-jari anak.

Tidak perlu memaksakan anak untuk cepat-cepat bisa menulis seperti orang dewasa. Biarkan mereka menikmati tahap demi tahap sesuai usianya. Setiap anak membutuhkan waktu untuk belajar menulis, bebaskan saja apa yang ingin anak tulis atau gambar. Berikan beberapa contoh tulisan sederhana, biarkan anak mencontoh, namun tidak perlu dituntut untuk sempurna. Biasanya anak sangat senang bisa menulis namanya sendiri, nama ayah atau ibunya.

Dengan stimulasi yang tepat dari orangtua dan lingkungan,  maka kemampuan menulis anak setahap demi setahap  akan berkembang dengan baik sesuai yang diharapkan. ***

Baldwine Honest G, ST, M.Pd, Pengelola dan Pendidik Paud Handayani 4 Balikpapan, dan Bimbel Imagi, Balikpapan Regency . E mail : honestbaldwine@yahoo.co.id. : 081254094711

 

 

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.