Zaman Now, Jadi Ibu Pemaaf pada Anak Tidaklah Mudah

Seri Parenting :

MEPNews.id —- Tidak mudah menjadi ibu yang sabar, memaafkan atas kerewelan anak, kenakalan anak. Tapi itu harus dilakukan, karena itulah modal utama seorang ibu.

Penegasan itu disampaikan Bunda Neneng Wijoyo, bunda seorang anak usia 8 tahun dalam dialog terbatas bersama Mepnews.id Rabu (13/12).

“Masalahnya, mulut seorang ibu kadang sulit untuk tidak berteriak saat anak melakukan kesalahan. Bahkan tangan pingin cubit. Tapi ilmu mengatakan itu tidak boleh. Sehingga saya berusaha menahan diri,” tegasnya.

Neneng yang juga Trainer Parenting MEP menambahkan, kedekatan hati bisa menggelontor kemarahan. Rasa sayang akan mengalahkan kemarahan.

“Tapi saya tetap marah karena saya manusia. Cuma marah sayang, marah cinta sehingga dengan pegangan teguh kelembutan dan edukasi anak, ” tambahnya.

Pada saat yang sama Yusron Aminulloh, Master Trainer MEP mengaku bisa memahami kesulitan yang dialami ibu zaman now ini.

“Marah dan memarahi itu beda. Kalau marah biasanya ada dua hal penyebabnya. marah karena penyebab anaknya nakal, dan marah kedua karena ibunya sedang punya masalah, anak yang tidak salah menjadi sasaran kemarahan.”

Maka, tambah Yusron, marah biasanya diikuti suara keras, nada tinggi dan kata kata kasar. Ini yang dilarang dilakukan para orangtua, baik ayah maupun ibu.

Sedangkan memarahi anak yang melanggar kesepakatan bersama, misalnya tidak mau tidur siang, malas bangun, kamarnya berantakan dan pelanggaran lainnya, diperbolehkan.

“Cuma caranya yang bagus. Cari pola yang membuat anak takut tetapi tidak ketakutan. Bahkan kalau habis marah beberapa menit kemudian beri dia pelukan. Biar anak tahu bahwa kemarahan ibunya tadi karena kesalahan dirinya,” tegas Yusron. (Mms)

Facebook Comments

POST A COMMENT.