Mereka yang Tak Kenal Lelah

MEPNews.id —– Mimpi adalah harapan. Mimpi membuat semangat membara di dada untuk mengejar dan meraihnya. Itulah yang dilakukan oleh AGBSI. Tepat di hari Minggu 10 Desember 2017, AGBSI atau Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia wilayah Sumatra Utara menghelat acara literasi sastra yang bertajuk Bengkel Puisi bersama Yudhistira ANM Massardi. Acara ini dijembatani oleh DKM (Dewan Kesenian Medan) melalui Juhendri Caniago dkk.

Tak disangka bahwa semangat para peserta yang sebagian besar terdiri dari para guru dan mahasiswa benar-benar membanggakan sekaligus mengharukan. Betapa tidak. Mereka rela mengorbankan hari libur yang semestinya diisi untuk bercengkerama atau pun bersantai dengan mengikuti kegiatan ini. Belum lagi peserta yang datang dari luar kota Medan yang harus menempuh perjalanan tiga sampai tujuh jam untuk sampai di lokasi acara. Tercatat para peserta ada yang datang dari Binjai, Langkat, Deli Serdang, Simalungun, Karo, dan Labura.

IMG-20171212-WA0006
Dalam sambutannya ketua AGBSI Sumut Saripuddin Lubis,M.Pd mengatakan bahwa AGBSI bersungguh-sungguh untuk memotori, menggerakkan, dan menggiatkan kehidupan berbahasa dan bersastra Indonesia di kalangan para guru dan calon guru. Kegelisahan tentang berkurangnya kompetensi dan motivasi guru dalam bersastra disampaikan oleh ketua panitia Ipa Ratna Mutiara, M.Pd. Hal tersebut menjadi perhatian serius yang menggerakkan pengurus AGBSI mengadakan kegiatan literasi satra dan bengkel puisi.

IMG-20171212-WA0007
Tampaknya perhatian ini juga mendapat sorotan yang sama oleh Yudhistira ANM Massardi sebagai narasumber. Beliau mnegatakan bahwa sastra Indonesia telah terkucil dari lingkungan masyarakatnya. Sehingga beliau memberi apresiasi yang positif terhadap kerja keras AGBSI dalam menghidupkan kembali literasi sastra khususnya dikalangan pendidik.
Acara bengkel puisi dimeriahkan pula dengan penampilan musikalisasi puisi karya Yudhistira ANM Massardi yang berjudul “Kepada Ibu” oleh sanggar Rumput Hijau dari alumni SMAN 2 Binjai. Tak lupa pula sajian yang sudah jarang muncul, yalni berdendang atau bersyair yang dibawakan oleh salah seorang panitia AGBSI, Ibnu Hajar, S.Pd.
Dalam testimoninya para peserta mengucapkan apresiasi yang tinggi terhadap acara bengkel puisi yang diusung oleh AGBSI. Mereka mengharapkan AGBSI tidak pernah lelah untuk terus melakukan terobosan-terobosan bagi guru-guru utamnya guru-guru Bahasa dan Sastra Indonesia. Usai sudah kegiatan yang digagas bersama oleh AGBSI dan DKM. Semoga membawa manfaat dan dapat menggairahkan kembali batang terendam sastra di bumi tercinta. ***
Catatan Reny Agustina

 

 

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.