Kenapa Anak Indonesia Sulit Bicara Panjang? Bandingkan dengan Anak Palestina

Seri Parenting :

MEPNews.id — Dalam dialog dengan para ayah se Kota Kediri pekan lalu, yang diadakan bu Walikota, seorang peserta bertanya.

“Kenapa anak anak kita kalau ditanya jawabnya pendek-pendek. Ya ..tidak, tidak tahu dan secukupnya. Saya iri anak anak luar negeri kalau ditanya jawabnya panjang. Kelihatan cerdasnya,” tanyanya.

Yusron Aminulloh, Master Trainer MEP menjelaskan.

” Bagaimana anak kita bisa bicara panjang, diplomatis dan detail ? Kalau mereka tidak pernah diajak dialog membahas sesuatu dengan orangtuanya, tidak pernah berpendapat bahkan dalam keseharian di rumah dan disekolah hanya intruksional, ” tegas Yusron.

Maka, jangan kaget anak kita tidak akan bergairah dalam bicara, tidak semangat dalam setiap ditanya. Adalah wajar jawaban mereka normatif, klise dan bahkan pendek pendek.

“Pada sisi lain diotak anak anak miskin teks, tidak pernah membaca buku, sehingga referenso mereka tentang kata dan kalimat juga menjadi rendah”

Maka, Yusron mengajak para ayah dan ibu untuk membiasakan berdialog, membahas sesuatu dengan bahasa anak.

“Masalah apa saja dapat dibahas. Cuma ayah bunda harus paham usia anak, kapasitas anak dan kondisi anak. Maka, kalau itu ditekuni. Diskusi dan baca buku, anak anak kita akan secara otomatis mampu berbicara panjang.

Ia mencontohkan, bagaimana anak anak Palestina dapat berbicara panjang saat ditanya wartawan.

“Karena literasinya sudah menjadi naluri. Diskusi intens anak anak dengan ayah ibunya, melahirkan sikap kritis anak,” tambah Yusron. (Imam)

Facebook Comments

POST A COMMENT.