Gigi Tidak Putih Tidak Berarti Tidak Sehat

MEPNews.id – Sebagian besar kita ingin tersenyum dengan gigi putih berkilauan, seperti bintang top di majalah dan bioskop. Studi menunjukkan 18-52% orang tidak puas dengan warna gigi mereka. Di Amerika Serikat, pemutihan gigi menjadi salah satu prosedur yang paling sering diminta di klinik-klinik. Di Inggris, orang yang giginya menguning sering jadi bahan olok-olokan. Orang cenderung menganggap gigi putih bersinar tidak hanya menarik tapi juga sehat.

Claudia Hammond, menuliskan untuk BBC.com edisi 11 Desember 2017, mengungkapkan rona gigi tergantung pada warna intrinsiknya. Warna ini sebagian dipengaruhi gen dan usia, dikombinasikan dengan noda antara lain dari rokok, makanan, minuman dan konsumsi obat tertentu.

Seiring bertambahnya usia, gigi menguning karena lapisan enamelnya mulai menghilang sehingga menampakkan dentin di bawahnya. Noda tertentu bisa melapisi gigi yang menguning. Makanan semacam saus tomat dan kopi bisa meninggalkan senyawa berwarna yang disebut chromogens. Bakteri atau jamur dapat menyebabkan noda hijau, keabu-abuan, dan tampak seperti berbulu.

Percobaan tentang warna gigi sudah banyak dilakukan. Namun, jauh lebih banyak eksperimen dalam tabung uji di laboratorium, daripada di mulut orang hidup. Juga, seringkali gigi sapi digunakan untuk penelitian karena area permukaannya lebih luas untuk dipelajari. Namun, terkadang gigi manusia diekstraksi untuk diuji.

Mark Wolff dari Universitas New York berekeperimen merendam gigi sapi selama satu jam dalam teh hitam, anggur merah dan anggur putih dalam berbagai konfigurasi. Tidak mengherankan jika anggur merah meninggalkan noda terkuat. Anehnya, teh hitam tidak menodai gigi kecuali jika didahului dengan anggur putih. Tampaknya, kandungan asam dari anggur membuat enamel sedikit lebih berpori yang membuat teh meninggalkan bekas di gigi.

Noda dari makanan dan minuman bisa mengubah warna gigi, tapi itu bukan indikasi gigi tidak sehat. Orang bisa saja memiliki gigi seputih mutiara tapi terkena infeksi gusi atau gigi berlubang. Sejatinya, Anda bisa memiliki gigi sehat sempurna yang berwarna putih, kekuningan atau bahkan kecoklatan.

Bahkan, ada satu jenis noda yang diyakini para ahli bisa melindungi gigi dari kerusakan. Itu adalah sisi gelap yang terkadang tampak di sepanjang pinggiran garis gusi. Karena bisa terlihat seperti rangkaian titik gelap, pelindung ini dikenal sebagai ‘noda hitam’.

Penyebab noda hitam diperdebatkan para peneliti lebih dari satu abad. Pemikiran terbaru adalah, noda ini adalah jenis khusus plak gigi yang terdiri dari kalsium, fosfat, berbagai bakteri dan beberapa senyawa besi atau tembaga yang memunculkan warna hitam.

Anehnya, beberapa penelitian –walau tidak semua– menemukan bahwa anak-anak dengan noda hitam ini cenderung tidak mengalami kerusakan gigi. Mikroba dalam noda, entah bagaimana caranya, ternyata protektif terhadap gigi.

Tentu saja, dalam beberapa kasus, perubahan warna gigi dapat mengindikasikan terjadinya pembusukan atau penyakit lainnya. Maka, noda yang berpenyakit ini perlu diperiksa dokter gigi. Tapi, seperti halnya gigi putih yang belum tentu sehat, gigi yang berwarna pun tidak harus buruk.

Jadi, apa Anda masih menginginkan gigi putih berkilauan meski kondisi kesehatannya tidak terjamin? Ada banyak cara mengintervensi pemutihan gigi lewat pasta gigi, strip, gel dan trays yang dikenakan di sekitar gigi pada malam hari. Sebagian besar mengandung zat abrasif yang mengikis noda gigi, atau memutihkan gigi, atau kombinasi keduanya. Beberapa bahkan mengandung zat yang menambahkan nuansa biru ke gigi untuk melawan efek warna kekuningan, dengan tujuan gigi tampak makin putih.

Para profesional gigi cenderung menawarkan perawatan yang menggunakan zat pemutih lebih kuat daripada yang dapat Anda temukan di toko atau di rumah. Tapi, ulasan tentang berbagai perawatan menunjukkan bahwa khasiatnya sangat variatif. Selain itu, pemutihan juga bisa menyebabkan sensivitas sementara pada beberapa gigi atau gusi. Kecuali jika Anda melanjutkan perawatan, efek putihnya hanya sementara. Hanya bertahan selama Anda menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan noda.

Yang pasti, Anda sekarang tahu bahwa meski tanpa senyum putih seperti bintang iklan pun, itu tidak berarti Anda tidak memiliki gigi yang sehat. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.