Waktu Lebih Cepat Berlalu Setelah Usia 30

MEPNews.id – Coba tanyai sejumlah orang berusia senior untuk mengingat apa kenangan mereka yang paling jelas. Kemungkinan besar, banyak dari kenangan itu dari periode waktu yang sama; antara usia 15 hingga 30 tahun.

Ya, sebagaimana ditulis Mark Abadi untuk Business Insider edisi 8 Desember 2017, itu memang periode ketika enam dari sepuluh peristiwa terpenting dalam kehidupan terjadi. Menurut penelitian pada 2004, enam peristiwa itu adalah; sekolah, kuliah, mendapatkan pekerjaan pertama, jatuh cinta, menikah, dan memiliki anak.

Fenomena ini disebut sebagai ‘reminiscence bump’ (tonjolan kenang-kenangan). Pada masa ini, kenangan sangat mudah diingat. Fenomena ini bisa menjelaskan mengapa tahun-tahun sebelum usia 30 tampak jauh lebih berkesan. Setelah usia 30, waktu berjalan dengan kenangan yang biasa-biasa saja sehingga terasa cepat berlalu.

“Kunci dari reminiscence bump adalah adanya hal-hal baru,” tulis Claudia Hammond dalam bukunya Time Warped. “Alasan kita bisa mengingat masa muda dengan lebih baik adalah ini waktunya untuk sejumlah pengalaman pertama; hubungan seksual pertama, pekerjaan pertama, perjalanan pertama tanpa orang tua, pengalaman pertama tinggal jauh dari rumah, pertama kali mendapatkan banyak pilihan nyata atas jalan yang kita lalui sepanjang hidup, dan lain-lain.”

Rangkaian peristiwa baru ini bisa membentangkan persepsi kita tentang waktu. Ketika kebaruan itu mulai habis, menurut Chip dan Dan Heath dalam buku The Power of Moments: Why Certain Experiences Have Extraordinary Impact, kehidupan kita terasa melaju begitu-begitu saja tanpa terasa.

Tapi, meski lewatnya sebagian besar kenangan terbaik ini bisa menjadi ‘kesadaran yang agak menyedihkan’ (seperti dituliskan Chip dan Dan Heath), tetap penting bagi kita untuk memasukkan perasaan-perasaan itu ke dalam konteks yang pas.

“Akan sangat mudah untuk membuat reminiscence bump kedua pada saat-saat menjelang akhir kehidupan. Misalnya, cerai saja dengan pasangan, berhenti saja dari pekerjaan, pindah ke negeri yang terpencil lalu jadi gembala kambing,” tulis Heath. “Maka, banyak hal baru di sana. Anda pasti bisa menulis serentetan kenangan baru. Tapi, ya jangan kaburkan antara kenangan dengan kebijaksanaan.”

Dengan kata lain, tak harus memaknai waktu hidup dengan seekstrim itu. Yang lebih penting, Anda harus mengisi masa senior dengan pengalaman lebih segar tanpa harus berlebihan.

Ikuti pepatah lama ‘Keragaman adalah bumbu bagi kehidupan.’ Bukannya ‘Keragaman adalah hidangan bagi kehidupan.’ Alasannya, ‘Tidak ada orang yang mengunyah habis semua lada dan oregano untuk sajian utama.’ Yang benar adalah, ‘Sedikit lada dan oregano membuat sajian makanan utama jadi lebih sedap.’ Artinya, ‘Sedikit hal baru namun beberapa kali bisa membuat kehidupan jadi semakin bermakna.’

Facebook Comments

POST A COMMENT.