Universitas Ma Chung Bahas Alur Berpikir Ilmiah dalam Bahasa Inggris

(FOTO: Prof. E. Sadtono, Ph.D dan Dr. Djuwari, M.Hum. Saat Menerima
Kenangan dari Rektor Ma Chung, Dr. Chatief Kunjaya)

MEPNews.id – Pada Kamis, 7 Desember 2017, Universitas Ma Chung, Malang membahas strategi menulis karya ilmiah internasional. Karena karya tulis ini dalam bahasa Inggris, Ketua Satgas Program Pendampingan Publikasi Ilmiah Internasional Universitas Ma Chung, Dr. Eng. Leny Yuliati, M.Eng., mengundang dua pembicara.

Pembicara pertama, Prof. E. Sadtono, Ph.D dari Ma Chung sendiri dan Dr. Djuwari, M.Hum, dari STIE Perbanas Surabaya. Prof. E. Sadtono Ph.D sebenarnya mantan Promotor dan Dosen pembimbing disertasi Djuwari ketika kuliah S3 dulu. Kini mereka berduet di depan para dosen Ma Chung.

Hadir pula Rektor Universitas Ma Chung, Dr. Chatief Kunjaya, pemberi semangat pada para dosen dalam acara diskusi ini. Dia bahkan ikut aktif dalam diskusi, dengan berbagai pertanyaan dan masukan pemikiran terkait dengan pengalamannya dalam menulis karya ilmiah di jurnal ilmiah internasional. Kehadirannya sangat memberikan semangat para dosen di acara ini.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu dosen sekalian, forum ini sangat penting karena kita peduli dengan tugas dosen. Salah satunya, yaitu menulis karya ilmiah. Jika karya ilmiah itu diterbitkan di jurnal internasional, maka kita perlu juga memahami seperti apa alur berpikir ilmiah dalam Bahasa Inggris,” sambut Leny Yuliati dalam pembukaan sebelum dimulai acara.

Dalam acara ini, pembicara pertama, Prof. E. Sadtono, Ph.D, memberikan strategi menulis karya ilmiah berbahasa Inggris. “Dalam bahasa Inggris, ada perbedaan antara General English dan Academic English. Itu sebabnya, kita harus memahmi bagaimana cara menulis karya ilmiah, yaitu academic English,” papar E. Sadtono, ketika memulai presentasinya.

Guru Besar Bahasa Inggris ini memberikan berbagai taktik menulis dalam karya ilmiah. Misalnya, kita harus menghindari kalimat-kalimat panjang dan paragraf yang terlalu panjang pula. Kita juga harus menghindari slang language, arti kiasan, dan sejenisnya. Di samping itu, Prof. E. Sadtono, menyarankan bahasa ilmiah itu harus jelas (clarity) harus saling berkait antargagasan satu dengan gagasan lainya (coherence). Dengan begitu, pembaca lebih mudah memahaminya. Banyak taktik yang diberikan saat itu.

Djuwari memberikan strategi alur penulisan di jurnal ilmiah. Dipaparkan pula tulisan ilmiah mulai dari proses seleksi awal sebelum seleksi isi. Misalnya, gaya selingkung, bahasa ilmiah berbahasa Inggris, dan pilihan kata sesuai dengan bidang ilmunya. Pada akhirnya, alur berpikir dalam penulsian juga akan direview oleh para reviewer. Bahasanya harus sesuai dengan tingkatan bahasa ilmiah. Tidak terlalu muda seperti bahasa Inggris anak usia SMP atau SMA. Namun tidak terlalu sulit dan berbelit (wordiness).

Yang mengejutkan, pada akhir acara, Chatief Kunjaya dan Leny Yuliati langsung berdiri di depan, sambil menghimbau untuk membuat program lanjutan diskusi dengan jadwal hari dan waktu yang disampaikan saat itu. “Bapak-bapak dan ibu sekalian, kita nanti agendakan waktu khusus dan harus dibuat khusus agar kita tetap berlanjut membuat acara diskusi dengan akhir klinik penulisan karya ilmiah,” kata Rektor Universitas Ma Chung mengakhiri acara. (dwr)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.