Pesawat Terbang Gedhe Rumongso

husen mOleh: Moh. Husen

MEPNews.id – Marilah kita mengingat kembali mengenai sebuah tema lama yang mungkin pernah kita dengarkan dan mungkin juga sudah berkali-kali bersama kawan siapa saja serta di mana saja pernah kita obrolkan, yakni mengenai jalan dan tujuan. Atau yang dalam bahasa santri jalan dan tujuan ini sangat populer dengan sebutan washilah wa ghoyyah. Bagi teman-teman Nahdliyyin tentunya tidak asing terhadap dua kata itu: washilah wa ghoyyah. Jalan dan tujuan.

Contoh gampangnya dan juga sudah sangat populer familier adalah jika kita mau ke Surabaya, jalan kendaraan perantara yang membikin kita ke Surabaya itu bermacam-macam. Bisa lewat jalan utara atau selatan. Lewat darat atau udara. Naik kereta api, mobil, sepeda motoran, atau juga pesawat terbang pun juga bisa menghantarkan kita semua menuju kota tujuan, yakni Surabaya.

Perkara naik mobil dengan sepeda motoran pasti berbeda, dan ini nggak bisa dibantah, dan memang iya benar beda. Bahwa kalau dari Banyuwangi ke Surabaya naik kereta api durasi waktunya bisa kalah cepat dengan pesawat terbang, juga memang iya, dan mau didebat ngotot dengan sengotot apapun faktanya memanglah demikian adanya.

Lantas kemudian untuk sampai ke Surabaya itu rejeki anugerah Allah kepada seluruh umat manusia adalah berbeda-beda. Ada yang rejekinya sekedar naik kereta api. Ada yang naik pesawat terbang. Ada juga yang naik mobil pribadi. Dan lain sebagainya. Kesemua alat tersebut sekedar jalan menuju ke tempat tujuan, yakni Surabaya.

Akan tetapi kok sekarang ini kita sepertinya kembali meributkan atau mungkin lupa serta sangat begitu mempersulit diri kita sendiri dengan berbagai macam jalan atau cara dan perantara untuk menuju tempat yang dituju. Mulai dari berjenis-jenis model sekolahan, jenis-jenis pesantren, juga berjenis-jenis model tempat pengajian, diskusi, sarasehan, dan lain sebagainya.

Asal beda sedikit langsung mengklaim hanya jalan atau cara dia yang paling hebat. Yang lain kuno atau old dan tidak now. Apalagi jika bedanya sekelas pesawat terbang dan sepeda motor. Kemungkinan keangkuhan dan gedhe rumongso-nya bisa sangat tinggi. Si pesawat terbang bisa segera terjebak menyangka yang selain dia pasti tertinggal, bodoh, dan tidak terpelajar. Atau mungkin salah, sesat dan kafir.

Ada rahasia Allah dimana seorang hamba harus masuk pesantren yang sunyi tanpa kecanggihan teknologi apapun, atau seorang hamba berada dalam laboratorium kemegahan kehidupan untuk kelak tujuannya sama, yakni kembali menuju Allah, yang dalam Al-Quran sudah sangat karib difirmankan: inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali menuju Allah.

Ada rahasia Allah di mana seseorang ranking satu di sekolah, sementara yang lain tidak. Yang lain kaya, yang lain tidak. Yang lain berumah megah, yang lain ngemper di tepi jalan. Jika kelak tujuannya adalah sama, ada baiknya pesawat terbang kemegahan jangan sampai sombong dan gedhe rumongso di dalam fatamorgananya kehidupan.

Toh yang membikin sampai dan selamat sampai tujuan adalah perkenan Allah. Karena pesawat atau apapun saja aslinya bisa jatuh, bisa tak jadi ranking satu, gagal sembuh, tak jadi sukses, sawah gagal panen, dan lain sebagainya. Wallahu a’lam.

(Banyuwangi, 7 Desember 2017)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.