Cara Aman Nyetir di Medan Berlumpur

MEPNews.id – Musim hujan sangat berpengaruh pada medan jalanan. Entah itu berupa banjir bandang, tanah longsor, hingga jalan licin. Semua ini bisa menjadi masalah nyata bagi orang-orang yang harus menyetir di medan terbuka. Nah, pemahaman atas kondisi kendaraan dan kondisi lingkungan tentu sangat bermanfaat.

Mengemudi mobil melalui medan berlumpur bisa sangat menyenangkan, tapi juga bisa menakutkan. Countrylife.co.uk edisi 28 Juli 2017 bekerjasama dengan Tirendo memberi beberapa tip cerdas yang akan membuat Anda bisa menembus medan berlumpur dengan minim risiko. Ini akan menjadi pengalaman menyenangkan.

  1. Pakai ban yang tepat

Yang paling tepat tentu saja ban yang dirancang khusus untuk medan berlumpur. Menggunakan ban all-terrain yang ditujukan untuk off-roading saja kadang tidak memberikan hasil optimal, apa lagi menggunakan ban biasa. Maka, jika Anda tahu akan menggunakan kendaraan berkali-kali ke kawasan berlumpur, pakai saja ban spesialis lumpur. Ban biasa akan susah mendapatkan cengkeraman yang pas di medan lumpur.

Setelah memasang ban yang tepat, hal berikutnya adalah memastikannya sudah dipompa dengan tekanan tepat. Mengapa ini penting? Anda harus membuat seluruh berat kendaraan bisa mendorong ban bisa menembus lumpur dan bisa mencengkeram tanah dengan kokoh di bawahnya. Nah, Anda tidak akan mencapai traksi maksimal jika tekanan pada ban terlalu rendah.

  1. Periksa apa yang tersembunyi di lumpur

Sebelum masuk ke lumpur, periksa dulu seberapa kedalamannya. Anda bisa menusukkan tongkat ke dalam lumpur untuk memeriksa kedalamannya. Periksa segala kemungkinan di sepanjang jalur yang akan Anda lalui. Siapa tahu Anda menemukan beberapa benda tersembunyi di dalam lumpur. Misalnya, ada batu atau lubang besar. Maka, berkotor-kotor sepatu atau celana sangat dianjurkan untuk menghindari potensi kerusakan pada kendaraan dan pada diri Anda sendiri.

  1. Libatkan 4WD dan kontrol traksi, dan ketahui kapan harus mematikannya

Jika ada, manfaatkan teknologi di kendaraan. Jika kendaraan tidak mengubah kontrol traksi secara otomatis dalam kondisi buruk, lakukan secara manual. Kontrol traksi akan membuat trekking melalui lumpur jadi lebih mudah. Namun, jika terlanjur terjebak di lumpur, fitur ini bisa menghalangi pendakian keluar lumpur. Maka, matikan saja. Beralih ke 4H dari 2H (jika Anda memiliki kendaraan tanpa penggerak roda empat permanen) juga membantu meningkatkan daya traksi. Dalam lumpur yang mengerikan, posisi 4L akan memberi Anda daya cengkeram lebih baik.

  1. Gunakan gear lebih rendah

Gear tinggi tidak efektif untuk trekking melalui lumpur. Ubah ke gear dua atau tiga untuk tetap melaju stabil pada medan berlumpur. Ini memang membuat mesin dan roda bekerja lebih keras. Nah, bila sudah melewati lumpur dan berada di jalan padat, kembalilah ke gear lebih tinggi.

  1. Hindari ngegas atau ngerem terlalu berat

Untuk efektif menyesuaikan diri dengan medan dan mengatasi tanah licin, ban membutuhkan kecepatan medium yang konsisten. Jika Anda menginjak pedal gas langsung dalam-dalam, ban justru akan kehilangan daya traksi. Maka, saat perlu menambah kecepatan, injak gas pelan-pelan secara bertahap. Begitu juga, jangan mendadak menginjak pedal rem terlalu dalam. Ban bisa tergelincir. Ngerem juga harus pelan-pelan.

  1. Jangan terjebak dalam lobang

Sedapat mungkin, pilih jalur yang bebas dari lobang terlalu dalam. Maka, memeriksa kondisi medan lumpur terlebih dahulu akan membantu mengenali kondisi ini. Semakin dalam lobang, semakin tinggi peluang untuk terjebak. Jika lobang jalannya lebih dalam daripada ground clearance kendaraan, sangat mungkin terjadi grounding. Jika itu terjadi, Anda perlu bantuan pihak lain untuk penyelamatan. Maka, mengetahui ground clearance kendaraan adalah bagian penting untuk mengetahui apa yang dapat dihadapi kendaraan.

Facebook Comments

POST A COMMENT.