Siapa Calon Pemimpin Bojonegoro?

yazid paculOleh: M.Yazid Mar’i

MEPNews.id – Tidak salah ketika rakyat Bojonegoro berharap besar bahwa yang akan memimpin daerahnya adalah orang yang memiliki kapabilitas minimal sama atau bahkan lebih dari yang digantikannya.

Saya bukan Suyotoisme. Tapi, apa yang dilakukan Bupati Suyoto memang sudah jelas terbukti. Bojonegoro, daerah yang hampir hilang dalam peta Jawa Timur, diangkatnya menjadi daya tarik di level nasional dan bahkan internasional.

Tentu bukan karena minyak, tapi lebih karena keberanian Kang Yoto melakukan keterbukaan atas informasi publik. Ia juga mampu meyakinkan warga untuk tidak berputus asa akan takdir demografi, melainkan harus merubahnya menjadi ikhtiar untuk takdir Tuhan.

Memang bukan suatu yang mudah untuk mengajak seluruh warga berpartisipasi terhadap gerak langkah pembangunan. Namun, minimal Suyoto telah meletakkan kerangka dasar “civil society” atau yang dalam konsep Madinah disebut dengan “masyarakat madani”.

Indikator itu mulai muncul saat anak-anak muda berani mencoba melawan taqdir demografi. Munculnya kawasan wisata pelajar gerabah Malo, wisata budaya Tayub Jono, wisata budaya lokal Sandur ledok kulon, muncunya batik khas Bojonegoro, wisata kebun Belimbing Kalitidu, wisata kebun Salak Wedi-Kapas, wisata kuliner Bojonegoro, dan sederet geliat ekonomi lainnya. Semua ini merubah Bojonegoro dari daerah termiskin di Jawa Timur menjadi daerah ekonomi maju atau setidaknya bergeliat ke sepuluh besar terbaik di Jatim. Transportasi antar kawasan dengan jalan beton sudah hampir kelar. Sarana dan prasarana pendidikan juga tampak hasilnya.

Ini jelas prestasi, walau terkadang masih juga belum banyak yang mengakui. Pertanyaan yang muncul kemudian, siapa pengganti Kang Yoto untuk meneruskan mimpi besar itu?

Sejak digulirkannya proses pilbup 1 Desember di Sewarna Hotel hingga hari ini, calon pemimpin Bojonegoro masih remang-remang. Calon independen yang mencoba muncul seakan tak serius. Partai politik belum mampu melahirkan kader terbaiknya untuk siap menjadi pemimpin.

Indikator ini nampak ketika semua calon dari partai politik adalah orang luar partai, dan bahkan ada yang tak mendapatkan legitimasi partai. PKB-PDI yang mengusung pasangan Muawanah-Wawan masih gamang untuk memenangkan kompetisi. Demokrat-Golkar yang mengusung SM-Mitroatin belum mampu melenggang. Bahkan PAN belum mampu mengusung kadernya sendiri.

Jika para kandidat yang muncul hari ini dianggap pasti atau hampir pasti, maka tentu harapan memiliki pemimpin minimal selevel dengan Kang Yoto masih sangat jauh. Artinya, Bojonegoro esok akan makin buram. Tentu rakyat sangat tak berharap begitu.

Bojonegoro butuh calon alternatif yang mampu melanjutkan kemajuan hari ini agar mampu meraih mimpi hari esok. Bojonegoro masih butuh provokator dan motivator. Bojonegoro menanti pemimpin yang mendunia!

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.