Membaca Bisa Mencerahkan Pikiran, Memperluas Cakrawala

Ananda Andun yang hoby membaca dan menggambar, usia 8 tahun sudah melahirkan buku. (Foto: Deny Lensa)

MEPNews.id—-Judul diatas penulis ambil dari buku karangan ustadz Didi Junaedi, yang ada didalam paparan panjang dengan judul 5 langkah Menuju Sukses Dunia Akhirat. Pegiat literasi ini memberi motivasi betapa pentingnya manusia untuk terus belajar, berhenti belajar sama juga mempermainkan kehidupan. Diantara wahyu Allah yang diturunkan lewat Nabi Muhammad adalah dengan perintah ‘Membaca’. Semakin malas seseorang untuk membaca,semakin merasa pintar, semakin tampak kesombongannya. Ibarat pepatah ‘tong kosong nyaring bunyinya’ atau air beriak tanda tak dalam.Sok pintar dan sombong itu adalah cara seseorang untuk menutupi kekurangannya.

Aktivitas membaca menurut Didi junaedi akan menjadikan seseorang tercerahkan pikirannya serta terbuka wawasannya, kaya pengalaman, serta tumbuh kedewasaannya. Bagi para pembelajar, membaca sudah pasti menjadi konsumsi sehari-hari, jika pembiasaan membaca sudah menjadi kultur, budaya maka sudah pasti berpengaruh terhadap sikap,tutur kata dan perilaku seseorang.Membaca kitab suci akan mendatangkan ketenangan jiwa seseorang, membaca buku tentang hukum menjadi melek hukum, membaca buku biografi menjadi mengerti kehidupan dll.Banyak sekali manfaatnya dari kita terbiasa membaca.

Bagaimana menumbuhkan minat baca pribadi, jika sebelumnya malas membaca?..tentu jawabannya harus ada kesadaran sendiri betapa bodohnya kita tanpa ilmu pengetahuan. Kesadaran bisa tumbuh dari cara memilih pergaulan, dengan siapa kita berteman, jika teman kita ogah membaca, tidak sensitif dengan keilmuan, tentu efek negatif tersebut bisa tertular ke kita. Lain lagi kalau sahabat kita juga seseorang yang menyukai buku, suka membaca lingkungan, respon dengan aktivitas berbagai bidang, tentu saja efek positif yang bisa kita dapatkan. Selain siapa teman kita juga, sampai dimana kesadaran kita tentang jadi diri kita sendiri, ini terkait evaluasi diri, sering-seringlah berkaca sudah bertambahkah usia kita, apa yang sudah kita perbuat untuk kebaikan, sampai dimana ilmu yang kita peroleh dll. Introspeksi ini penting sekali, mengingat kita dinilai tuhan dari berbagai segi, keimanan,keilmuan,amalan, keihlasan serta istiqomah atau konsisten.
Kelima komponen ini menurut ustadz Didi menjadi tolak ukur kualitas pribadi dalam menggapai kesuksesan.

Sukses menjadi pembelajar yang profesional tidak diiringi dengan keimanan maka kehidupannya juga tidak bisa tenang.Sukses menjadi pedagang namun tidak istiqomah untuk mengembangkan,maka juga putus ditengah jalan. Sukses menjadi ibu rumah tangga namun tidak pandai untuk belajar ihlash, juga bisa kacau rumah tangganya.

Maka perintah Allah dalam surat Al-alaq untuk terus membaca, menjadi awal perubahan dan kemajuan seseorang.Semakin banyak buku, pengalaman semakin kokoh kepridian seseorang, kehidupan semakin tercerahkan, pikiran juga lapang, cakrawala kehidupan semakin membentang. Semoga selalu semangat.(khusna)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.