Dedikasi yang Berintegritas Mewujudkan Generasi SMART

Oleh: Zaenal Abidin
Potret Desa.
Dusun Kuniran merupakan sebuah kampung di pedalaman. Tepatnya masuk dalam wilayah administrasi desa Kuniran kecamatan Purwosari kabupaten Bojonegoro. Berawal dari keprihatinan melihat anak–anak kecil dilingkungan sekitar kami yang nyaris tidak pernah membaca buku di luar buku sekolah, maka kami berinisiatif untuk mengumpulkan buku bacaan anak–anak dan remaja yang kemudian kami sajikan secara sederhana kepada anak–anak dan remaja yang kami maksudkan tersebut.

Keprihatinan juga muncul ketika melihat kenyataan bahwa sebagian besar orang tua disini adalah buruh tani yang asing dengan dunia pendidikan dan berpenghasilan di bawah pendapatan nasional rata-rata.

Serta masih banyaknya anak-anak usia sekolah yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di lingkungan kami ke tingkat sarjana yang sangat sedikit di perkirakan adal 10-15 pemuda yang baru menempuh pendidikan Setara 1. Berorientasi terhadap keadaan sosial masyarakat desa kuniran yang berpendidikan tinggi sangat kurang dan pola pikir masyarakat yang tidak menganggap penting pendidikan, Maupun yang masih banyaknya warga yang tidak mampu menyekolahkan sampai ke jenjang lebih tinggi, maka kami menganggap perlu menyajikan menu baru untuk menggugah dan mendekatkan masyarakat dengan jendela ilmu berupa buku.

Masyarakat perlu diperhatikan dalam hal pengayaan ilmu pengetahuan karena dengan pengetahuan setidaknya masyarakat akan mengerti dan memahami hal–hal yang selama ini mereka abaikan dan anggap tidak penting menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat untuk memperbaiki taraf hidup mereka.
Dengan berdasarkan keberadaan taman baca mandiri ini kami berharap bisa memberi warna baru dan tambahan pengetahuan di lingkungan masyarakat desa kami yang masih banyak membutuhkan pembinaan disegala bidang. Terutama pada anak– anak dan remaja yang lebih senang bermain HP dari pada membaca, sehingga dengan keberadaan taman baca ini bisa memberikan nuansa baru dan berwisata pengetahuan lebih jauh dan bermutu melalui buku.

Melalui pembudayaan baca, masyarakat akan meningkat pengetahuannya, meningkat kesehatannya, meningkat tatanan ekonominya yang mana peningkatan tersebut akan mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Dengan membaca pula seseorang akan terbentuk kepribadiannya menjadi lebih baik. Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional maupun sosial. Semua ini telah ditatanya dalam caranya yang khas, di bawah beraneka pengaruh dari globalisasi sehingga dengan kemajuan zaman kita generasi muda dapat berperan mengukuti arus globalisasi dan tidak meninggalkan peran sebagai fitrah manusia yang senantiasa selalu mencari ilmu pengetahuan.

Pola ini terwujud dari tingkah lakunya dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya.
Mendidik kepribadian dapat dilakukan melalui buku. Dengan membaca buku seseorang akan memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas, dari situ ia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga akan terbentuk pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Minat dan kebutuhan masyarakat untuk gemar membaca memerlukan perhatian serius dari segala lapisan masyarakat, pemerintah, aktor pendidikan dan dari pihak yang sadar dan peduli akan arti pentingnya membaca bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai tradisi di era saat inisehingga dapat pemutus rantai kemiskinan, kebodohan dan ketidakpedulian social bahkan sifat korup akan hancur.
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Terjemah, Q.S. Al-Mujaadilah:11)
“Barangsiapa yang menginginkan dunia, wajib bagi dirinya dengan ilmu. Siapa yang menginginkan akhirat wajib dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan keduanya wajib baginya dengan ilmu” (Terjemah, H.R. Tabrani)
Dua dasar ini merupakan instrument para relawan untuk berdedikasi di dalam dunia pendidikan masyarakat dengan sukarela. Oleh karena itu muncul pembagian golongan masyarakat menjadi lima golongan yakni yang pertama golongan Bayi 1-2 tahun . kedua, anak-anak dari umur 3-10 tahun . ketiga, pemuda dari 11-19 tahun. Keempat, dewasa dari umur 20-50. Kelima, lansia dari umur 50-80 tahun. Ini merupakan penggolongan kami sebagai tolak ukur untuk bidang garap kegiatan. Untuk saat ini telah difokuskan di satu golongan yakni anak-anak sehingga Pendidikan yang tepat dan berhasil guna adalah pendidikan yang melibatkan anak didik dalam proses berpikir, mencari, menemukan, mengolah dan menyimpulkan sendiri melalui sumber belajar. Mendidik pada hakikatnya adalah kegiatan menimbulkan motivasi dan penyediaan sumber-sumber belajar. salah satu sumber belajar yang telah mendapatkan pengakuan sebagai wahana yang tepat dan hasilguna adalah perpustakaan.
Layaknya perpustakaan, taman bacaan masyarakat menyediakan bahan pustaka yang sangat berguna bagi pelaksanaan dan peningkatan proses belajar mengajar juga mengembangkan nilai-nilai dan sifat demokratis, ekonomis, kritis, kooperatif, kreatif dan disiplin pribadi, nilai-nilai dan sikap yang dipandang terpuji dalam pergaulan masyarakat.
TBM Al-Basyariyyah dan Generasi SMART
Taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” merupakan usaha pendidikan Secara aktif dan positif taman bacaan masyarakat ini menyelenggarakan pendidikan yaitu membangkitkan kegemaran dan minat baca; membangkitkan minat terhadap hal-hal baru melalui buku-buku referensi, indeks, bibliografi dan lain-lainnya. selanjutnya taman bacaan masyarakat mendidik kerapian, ketertiban disiplin dan tanggung jawab dalam menggunakan fasilitas yang tersedia.
a. Taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” sebagai usaha penyediaan jasa.
b. Taman bacaan masyarakat mengadakan, mengolah dan menyiapkan sampai siap pakai dan mengedarkan serta menyimpan dan memelihara bahan pustaka dan mengupayakan kegiatan membaca, berdiskusi, konsultasi, dan lain-lainnya.
c. Taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” merupakan usaha menyediakan sumber-sumber informasi.
d. Taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” menyediakan media informasi dalam bentuk karya tulis, cetak dan terekam, seperti naskah, buku, terbitan berkala, surat kabar, brosur, folder, foto, film dan barang sejenis lainnya.
e. Taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” merupakan tempat membaca untuk belajar.
f. Para pembaca, baik perseorangan maupun kelompok dapat membaca untuk belajar, untuk konsultasi, penelitian dan kegiatan sejenis lainnya.
Taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” diusahakan dapat menjadi sebagai perlengkapan pendidikan yang merupakan bagian terpadu dalam system kurikulum pendidikan yang mempunyai fungsi untuk :
a. Menyerap dan menghimpun informasi guna kegiatan belajar dan mengajar.
b. Memujudkan suatu wadah pengetahuan dengan administrasi dan organisasi yang sesuai sehingga memudahkan penggunaannya.
c. Menyediakan sumber-sumber rujukan yang tepat guna untuk kegiatan konsultasi bagi pembaca.
d. Menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekreatif yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera, mengembangkan daya kreatif.
e. Melaksanakan layanan taman bacaan masyarakat yang sederhana, mudah dan menarik sehingga pembaca tertarik dan dapat terbiasa dalam menggunakan fasilitas taman bacaan masyarakat.
Landasan-landasan hukum yang menjadi tolak ukur pengadaan taman baca masyarakat ini adalah sebagai berikut:
1. UUD Sisdiknas No. 20 Tahun 2003
2. UU Kepustakaan No. 43 Tahun 2007
Taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” diselenggarakan dengan harapan dapat menjadi sebagai salah satu perangkat kelengkapan pendidikan untuk bersama dengan kelengkapan-kelengkapan yang lain guna meningkatkan moralitas, kecerdasan, keterampilan, daya nalar dan pemikiran mahasiswa yang dilandasi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sehingga dapat mempertinggi budi pekerti dan mempertebal semangat belajar agar menumbuhkan manusia-manusia mujahid, mujtahid dan mujaddid yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan umat yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Secara khusus taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” diselenggarakan untuk :
a. Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca khususnya serta mendayagunakan budaya tulisan dalam segala sector kehidupan.
b. Mengembangkan kemampuan mencari dan mengolah serta memanfaatkan informasi.
c. Memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat dan berhasilguna.
d. Meletakan dasar-dasar ke arah belajar mandiri.
e. Memupuk minat dan bakat masyarakat.
f. Menumbuhkan apresiasi terhadap pengalaman imajinatif.
g. Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan atas tanggung jawab dan usaha sendiri.
Agar sesuai dengan amanah UU45 mengenai mencerdaskan anak bangsa. Kami bergerak di sektor pendidikan non formal yakni taman baca masyarakat al-Basyariyyah yang memiliki sasaran khusus dalam pencapaiannya sebagai berikut:
a. Terwujudnya taman bacaan masyarakat yang berdayaguna dan berhasilguna di masyarakat. Suatu taman bacaan masyarakat yang dapat menjadi pusat kegiatan belajar dan mengajar. Di samping itu diharapkan dapat membantu pengembangan bakat dan minat Masyarakat serta dapat menyediakan bahan pustaka dalam jumlah dan mutu yang memadai.
b. Terbinanya semangat belajar, gemar membaca, biasa membaca, terampil, merasa perlu selalu membaca dam meningkatkan gairah belajar dan mampu belajar secara mandiri, sehingga tercapai cita-cita pendidikan seumur hidup.
c. Terbentuknya pondasi nilai moral yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan negara
Layanan taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” bertujuan untuk menyajikan bahan pustaka dan informasi guna kepentingan belajar dan rekreasi masyarakat. juga mengadakan kegiatan yang bersifat kajian dan penalaran keilmuan.
Taman bacaan masyarakat “Al-Basyariyyah” memiliki dua jenis layanan yaitu:
a. Layanan kepada masyarakat umum.
Layanan kepada masyarakat umum meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Taman bacaan masyarakat menyediakan bahan pustaka yang memperkaya dan memperluas cakrawala keilmuan umumnya dan keislaman pada khususnya.
2. Taman bacaan masyarakat mengadakan aktivitas guna meningkatkan minat baca sekaligus memupuk pemikiran dan penalaran yang kritis mahasiswa dengan mengadakan kajian ilmiah seperti; diskusi, seminar, bedah buku, lokakarya dan sebagainya.
3. Mengisi waktu luang. Jika masyarakat memiliki waktu luang dapat mengisi kegiatan di taman bacaan masyarakat.
b. Layanan kepada Pengajar dan Guru.
Layanan kepada Pengajar, Guru meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Meningkatkan pengetahuan Pengajar, Guru mengenai subjek yang menjadi bidangnya.
2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi sangat cepat menyebabkan setiap Pengajar, Guru selalu belajar terus. Dalam upaya ini taman bacaan masyarakat menyediakan bahan informasi dan bahan pustaka tentang ke-Islaman khususnya.
3. Menyediakan bahan pustaka yang diperlukan Pengajar, Guru. Dalam mengajar topic tertentu Pengajar, Guru memerlukan bahan-bahan (buku, artikel, bahan audio visual dan sebagainya) untuk digunakan mendalami topic tersebut.
c. Layanan kepada Siswa dan Pelajar.
Layanan kepada Siswa dan Pelajar meliputi kegiatan sebagai berikut:
1. Taman bacaan masyarakat menyediakan bahan pustaka yang memperkaya dan memperluas cakrawala keilmuan umumnya dan keislaman pada khususnya.
2. Taman bacaan masyarakat mengadakan aktivitas guna meningkatkan minat baca sekaligus memupuk pemikiran dan penalaran yang kritis Siswa dan Pelajar dengan mengadakan kajian ilmiah seperti; diskusi, seminar, bedah buku, lokakarya dan sebagainya.
Agenda yang selama ini kami lakukan dengan semaksimal mungkin berupa Promosi Tbm, Pencarian Donatur, Les baca, Belajar Megajar, Kursus Komputer, Bazar Buku, Seminar/Loka Karya, Pelatihan Pidato, Mc, Lomba Puisi, Drama, Bakti Sosial, Jagong masyarakat. Ini semua adalah program dimana tbm-al-Basyariyyah berperan sebagai wujud peduli terhadap dunia pendidikan Indonesia, di bidang pendidikan non formal. Dengan melihat krisis moral pada bangsa ini dengan minimnya rasa kejujuran, keadilan, amanah, bersih, dan berani. Generasi-generasi saat ini mengalami cemas atau galau dalam hal tersebut, oleh kerana itu untuk merefleksi akan pentingnya pendidikan yang berbasis budi pekerti luhur maka dengan kerjasama oleh berbagai pihak dan elemen masyarakat kami ingin mewujudkan generasi smart “Santun, Moderat, Aktif, Responsif dan Tekun” untuk menyongsong indonesia HEBAT. ***

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.