Kena Darah Tinggi? Kendalikan Garam Saja

MEPNews.id – Tekanan darah terlalu tinggi punya risiko kesehatan, termasuk kemungkinan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, kebutaan, diabetes, hingga mati muda. Di Indonesia, berdasarkan Riskesdas 2013, prevalensi hipertensi sebesar 25,8%. Menurut Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) 2016, angka tersebut menjadi 32,4 %. Hipertensi pada umur 35-44 tahun mencapai 6,3%, umur 45-54 tahun 11,9%, dan umur 55-64 tahun 17,2%. Umumnya penderita tidak menyadarinya dan tidak mendapat penangan dengan baik.

Padahal, faktor penting untuk menurunkan tekanan darah adalah cukup makan makanan yang sehat. Saran yang diberikan dokter biasanya cukup kendalikan konsumsi garam, jangan berlebihan. Selain itu, tambahi makan makanan tinggi nutrisi yang mengandung potasium, kalsium dan magnesium.

Linda Searing, menulis untuk The Washington Post edisi 3 Desember 2017, mengabarkan penelitian tentang diet makanan sehat rendah garam untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Hasil penelitian ini dipublikasikan di Journal of American College of Cardiology edisi 12 November 2017.

Para peneliti di Amerika Serikat menganalisis data penelitian terhadap 412 orang dewasa dengan usia rata-rata 48 tahun yang tekanan darah sistoliknya menunjukkan status pra-hipertensi (untuk penelitian ini, ukurannya 120 sampai 130) atau hipertensi tahap 1 dan hipertensi tahap 2 (untuk penelitian ini, ukurannya 130 sampai 160).  Tidak ada responden yang minum obat tekanan darah.

Para responden penelitian diminta secara acak mengkonsumsi diet Amerika seperti biasanya dan diet DASH yang secara khusus dikembangkan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, dalam interval empat minggu, jumlah sodium (bahan utama garam) dalam makanan peserta diatur dalam tiga tingkat; tinggi (yang mencerminkan asupan harian rata-rata orang Amerika), sedang (jumlah yang disarankan menurut diet DASH),  dan rendah (kurang dari jumlah yang disarankan).

Hasil perbandingan menunjukkan, tekanan darah turun saat jumlah sodium dalam makanan dikurangi. Yang menarik, semakin tinggi tekanan darah seseorang pada awal penelitian, semakin besar pula tingkat penurunan tekanan darah karena berkurangnya sodium. Secara keseluruhan, orang dengan tekanan darah lebih tinggi mencapai penurunan terbesar.

Misalnya, diet DASH dengan kombinasi sodium rendah, dibandingkan dengan diet Amerika biasa dengan kombinasi sodium tinggi, menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 10 poin bagi yang awalnya bertekanan darah 140 sampai 149, namun bisa turun 20 poin untuk mereka yang memiliki tekanan darah awal 150 atau lebih tinggi. Para peneliti menggambarkan penurunan ‘mencolok’ di antara responden dengan tekanan darah tertinggi.

Hasil penelitian tentu bermanfaat bagi orang dewasa yang perlu menurunkan tekanan darah. Para periset mencatat, efek dari intervensi diet ini sebanding atau bahkan lebih baik daripada rata-rata yang dicapai oleh obat-obatan penurun tekanan darah. Antara lain obat penghambat enzim pengubah angiotensin, obat penghambat saluran kalsium, dan obat penghambat beta.

Diet DASH melibatkan makanan berupa biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan produk susu rendah lemak. Ini juga mencakup makan ikan, daging unggas dan kacang polong serta sejumlah kecil kacang-kacangan. Daging merah, semua jenis permen manis dan lemak boleh dimakan tapi dalam jumlah kecil. Lemak jenuh, kolesterol dan lemak total harus dibatasi.

Namun, temuan ini mungkin tidak terlalu berlaku untuk orang dengan tekanan darah sudah terlanjur tinggi. Para peneliti sejak awal sudah membatasi penelitian hanya pada orang dengan tekanan sistolik 160.

Facebook Comments

POST A COMMENT.