Apa yang Terjadi di Tubuh Saat Muntah?

MEPNews.id – Ada banyak hal yang membuat kita muntah. Bisa karena makanan tertentu, karena terlalu banyak naik rollercoaster, terlalu ketakutan, dan banyak lagi.

Tubuh berreaksi mau muntah saat merasakan ancaman. Ancaman ini bisa berupa bahan kimia beracun, hormon stres dalam darah, gerakan bergoyang, atau sakit perut. Bahan kimia dan hormon terdeteksi zona pemicu kemoreseptor otak (CTZ), gerakan bergoyang terdeteksi oleh telinga bagian dalam, sementara perut yang sakit ditandai oleh saraf vagus.

Setelah sinyal untuk muntah tiba di CTZ, itu memicu reaksi berantai. ScienceFocus 3 Desember 2017 memaparkan, reaksi itu sebagai berikut;

  1. Otak

Zona pemicu kemoreseptor menerima stimulus yang mungkin memerlukan muntah. Pusat muntah di otak memulai urutan tindakan gerakan refleks untuk muntah.

  1. Kelenjar ludah

Mulut tiba-tiba menghasilkan air liur lebih banyak daripada kondisi normal. Rasanya sedikit basa. Ini membentuk penyangga untuk melindungi mulut dan gigi dari asam lambung yang masuk.

  1. Diafragma

Kita menarik napas dalam-dalam. Ini untuk menghindari muntah masuk paru-paru. Kemudian diafragma berkontraksi dalam beberapa denyut pendek, meremas perut, menimbulkan tekanan.

  1. Glottis (celah suara di larynx di tenggorokan)

Glottis menutup jalan napas. Ini agar tidak ada yang masuk atau keluar paru-paru. Saat terjadi kontraksi diafragma namun tanpa muntah, ini bisa menyebabkan suasana tak karuan.

  1. Otot lambung

Otot lambung berkontraksi untuk lebih meningkatkan tekanan. Sfingter pilorus di bagian bawah lambung tertutup rapat. Maka, satu-satunya jalan keluar adalah ke atas.

  1. Kulit

Sistem saraf simpatik meningkatkan detak jantung dan membuat keringat keluar di seluruh permukaan tubuh. Ini untuk melepaskan panas akibat aktivitas tiba-tiba ini.

Facebook Comments

POST A COMMENT.