Para Pengucap Cinta

husen mOleh: Moh. Husen

MEPNews.id – Sampailah kita kepada hari kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW, yang kita peringati tepat di setiap 12 Rabiul Awwal hingga satu bulan penuh. Seluruh umat Islam dibelahan dunia merayakannya dengan cara yang berbeda-beda. Namanya saja jatuh cinta. Jadi mohon jangan diganggu. Dan marilah kita semua saling menghormati berbagai macam ekspresi jatuh cinta setiap hamba kepada Sang Nabi Agung Muhammad SAW.

Allah dan para malaikatNya sangat begitu menyatakan cintanya kepada Sang Nabi ini, sehingga kemudian menyuruh para hamba yang beriman untuk ikut pula menyatakan cinta kepada Baginda Nabi. Demikianlah firmanNya dalam Quran Surat Al-Ahzab ayat 56.

Akan tetapi kita semua telah mengetahui bahwa betapa gampangnya menyatakan cinta, namun sangat begitu sulit rasanya membuktikan cinta. Teori sangat mudah diucapkan karena soal mengucap memang tak sebegitu banyak tantangan, rintangan, dan hambatan. Asal tidak batuk dan nggereges sudah beres. Adapun begitu teori ini kita praktekkan, disitulah akan muncul tantangan meskipun sekedar tiba-tiba hujan deras kemalasan datang mengguyur disekujur akal sehat kita.

Disitulah segala pernyataan baik soal iman, cinta, dan lain sebagainya mulai menghadapi ujian atau tantangan. Kalau hanya mengucapkan iman dan cinta saja, maka ia belum bertemu dengan panas terik matahari serta hujan deras dan angin kencang badai kehidupan. Begitulah pernyataan cinta di masjid, di musholla, atau diruang diskusi dan seminar. Dia belum keluar berjumpa dengan tantangan konkrit di lingkungan kehidupan masing-masing personal.

Bukannya kita menghina atau meremehkan para pengucap cinta, akan tetapi perlu juga kita sadari bersama bahwa menjalankan cinta ini sungguh betapa beratnya. Meskipun menyatakan cinta adalah juga merupakan bagian langkah awal yang sangat begitu mulia dalam menjalankan cinta itu sendiri.

Para pengucap cinta belum bertemu tukang ludah, tukang fitnah, tukang adu domba, tukang hasud, tukang dengki, tukang pelempar batu, bahkan hingga tukang sihir. Apalagi bertemu seseorang yang–mohon maaf–matanya buta, namun tatkala Muhammad Sang Nabi selesai menyuapi makanan kepadanya, si buta ini selalu berpesan: “Jangan percaya dengan Muhammad ya! Dia (Muhammad) itu tukang sihir!”

Betapa mengerikan jika bertemu para tukang-tukang itu. Akan tetapi para pengucap cinta itu, justru karena mereka berteriak menyatakan cinta bersama-sama itulah Allah melindungi dan memberikan kekuatan lahir batin jika kelak memang harus bertemu dengan siapa saja dan apa saja yang mengganggu dan memusuhi kehidupan lahir batin para pengucap cinta.

Wa ma kanallahu liyu’addzibahum wa anta fihim. Asalkan Sang Kekasih Allah Muhammad SAW senantiasa hadir dalam kehidupan siang malam mereka, maka Allah senantiasa menghindarkan adzab musibah kepada mereka. Demikianlah yang tertulis dalam Quran Surat Al-Anfal ayat 33.

Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad, wa ala ali sayyidina Muhammad. (Banyuwangi, 2 Desember 2017)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.