Niat BAK dalam Kemacetan Jalan Raya

Oleh : Dr. Djuwari, M.Hum

Musim hujan dan kemacetan di jalan menambah kesulitan. Masalahnya bukan sekadar capek di jalan tetapi juga menahan hasrat buang air kecil (BAK).  Masalah ini mungkin sudah lama dan mugkin juga sering dialami oleh siapa saja. Namun, tidak ada jalan atau solusi bagaimana mengatasinya, kecuali menahan sekuat-kuatnya.

Pada sebuah postingan di media, ada teman mengeluh kemacetan. Padahal, saya tahu dia ini tidak seperti saya. Kalau saya, setiap hari memang saya mengendarai kendaraan sendiri. Adapun teman saya itu ada sopir pribadi. Langsung saja saja kirim pesan, “Ada sopirnya saja kok mengeluh. Mbok ya tidur saja di mobil biar tidak capek!” Saran saya lewat postingan di media sosialnya.

Beberapa menit, komen saya itu terjawab,” Iya Pak. Memang ada yang nyetir. Masalahnya, ini saya kebelet BAK,” jawabnya. Saya baru sadar keluhannya itu. Saya pun juga sering mengalami hal itu.  Intinya, kemacetan di musin hujan berarti hawa dingin. Niat BAK itu cenderung tinggi jika dalam jangka lama. Dinginnya udara di musim hujan menambah tingginya niat BAK. Apalagi jika AC kendaraan dihidupkan. Niat itu bisa semakin tinggi.

Jika dalam kondisi seperti itu, siapa saja bisa merasakan. Betapa susahnya berkendara dalam kemacetan di jalan raya. Kita pun tahu, tidak mudah mencari kamar kecil di sepanjang jalan raya. Siapa pun merasa sulit mencari tempat untuk niat BAK di jalan raya ketika mendadak kita kebelet BAK.

Yang paling susah adalah, jika perjalanan tanpa sopir pribadi. Bayangkan, jika berkendara sendiri dan jalan macet sambil didorong niat BAK di saat itu. Maka, perasaan cemas muncul dalam mengemudi. Lebih parah lagi, jika kendaraanya sudah terjebak di posisi lajur tengah. Penderitaan seperti ini bisa saja sering terjadi pada siapa saja, termasuk saya. Ada beberapa taktik meski masih terbatas dalam mengatasi masalah niat BAK dalam kemacetan jalan raya.

Pertama, kita cari pos pengisian bahan bakar atau Pom Bensin. Di situ ada, biasanya tempat kamar kecil untuk BAK dan BAB. Bagaimana caranya kita tahu posisi kita sendiri dengan posisi Pom Bensin? Kita bisa buka google map. Kemudian, kita lacak tempat Pom Bensin. Dari situ, kita bisa tahu jarak antara posisi kita dengan Pom bensin. Kita kemudian, bisa mengarahkan kendaraan menuju Pom Bensin.

Kedua, kita bisa mencari warung atau rumah makan di jalan. Kita bisa beli minum kopi atau wedang jahe, atau apa pun. Sambil memesan, kita bisa minta izin niat BAK. Tentunya, kita harus memprediksi, bahwa warung itu ada kamar kecilnya.  Dalam kesempitan seperti itu, niat untuk BAK masih bisa teratasi.

Ketiga adalah yang cara yang terbaik. Cara ini melibatkan pemerintah setempat. Alangkah baiknya, ada fasilitas umum untuk BAK dan BAB di sepanjang jalan raya. Paling tidak, sama dengan ponten umum. Ponten ini bisa dijaga dan dibersihkan oleh petugas. Siapa saja yang mau menggunakan fasilitas itu bisa membayar seperti ponten-ponten umum. Namun, akan lebih afdol, jika ponten itu dikelola pemerintah setempat tanpa bayar.

Jadi, permasalahan niat BAK dalam kemacetan itu sangat menyusahkan. Namun, selama ini belum ada fasilitas yang memberikan solusi di jalan raya. Masih banyak, para pengendara yang mengalami kesulitan niat BAK di dalam kemacetan. Yang paling sering,  cara yang dilakukan adalah masuk ke Pom Bensin. Alangkah baiknya, setiap kota atau daerah sudah memikirkan masalah ini.

Misalnya saja, setiap pemerintah daerah atau kota mewajibkan wilayah desa atau kecamatannya untuk membangun ponten umum di sepanjang jalan raya. Kemudian, pola kerjanya, bisa dikelola dengan membayar atau lebih afdol lagi bebas bayar. ***

Penulis adalah : Pengamat Pendidikan dan Sosial
President of International Association of Scholarly Publishers, Editors, and Reviewers (IASPER)
Dosen Bahasa Inggris STIE Perbanas Surabaya

 

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.