“Borang-Borang”  

MEPNews.id —– Siapa yang belum pernah melihat “borang-borang”? “Mendengar saja baru kali ini apalagi melihat, “ kata teman saya. Namun bagi yang pernah mengajukan akreditasi, pasti sudah tidak asing lagi. Baik dari satuan pendidikan PAUD sampai Perguruana Tinggi ternyata sama istilahnya “borang-borang”.
Menurut KBBI arti borang adalah formulir. Memang isi dari borang-borang ini adalah semacam formulir yang dikumpulkan. Akan tetapi formulir yang terbuat dari kertas ini bermacam-macam, yang merupakan beberapa bukti fisik sebagai jawaban atas pertanyaan di instrument akreditasi, selain bukti fisik yang langsung diobservasi misalnya kondisi gedung atau sarana prasarana lainnya.
Saya pertama kali mendengar kata borang-borang ketika akan mengajukan akreditasi Kelompok Bermain beberapa tahun yang lalu. Waktu itu pertama kali di Kabupaten Bojonegoro akan mengajukan akreditasi untuk sepuluh lembaga non formal. Diawali dengan pengajuan dana penyiapan akreditasi, sehingga masih menunggu terlebih dahulu hasil dari proposal tersebut. Alhamdulillah lembaga saya termasuk salah satu yang lolos proposal, karena hanya enam lembaga dari pengajuan sepuluh lembaga.

Bersyukur karena satu-satunya lembaga non formal dari wilayah barat kabupaten Bojonegoro yang memberanikan diri untuk mengikuti akreditasi pertama kali. Tetapi maaf, jangan ada yang tanya kepada saya mengapa sekarang tidak ada lagi dana penyiapan akreditasi. Setelah dinyatakan lolos, barulah mulai menyusun borang-borang. Mencermati, memahami dan mengisi instrumen akreditasi yang masih lima puluh butir pertanyaan, menghiasi hari-hari di sekolah saat itu.
Di penghujung tahun 2017 ini saatnya mengajukan akreditasi lagi, namun tidak hanya lembaga saya, hampir semua lembaga PAUD di Bojonegoro yang belum pernah ataupun yang sudah habis masa berlakunya akreditasi. Tema pembicaraan di setiap bertemu antar lembaga adalah borang-borang. “Bagaimana borang-borangnya, sudah selesai?”, atau sampai di mana menyusun borang-borangnya, sudah standar berapa?”. Sebenarnya tidak sulit, asalkan semua administrasi di lembaga lengkap. Dikumpulkan sesuai delapan standar yang diminta, disusun, dijilid dan dikirim ke BAN-PNF.

Permasalahannya adalah belum lengkapnya administrasi di lembaga, sehingga membuat atau melengkapi terlebih dahulu. Akan tetapi bersyukur bagi para pendidik yang telah mengikuti bimtek penyiapan akreditasi yang diadakan oleh Pengurus Daerah HIMPAUDI kabupaten Bojonegoro di akhir bulan lalu.

“Sangat baik dan saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh HIMPAUDI ini, karena sangat membantu para pendidik PAUD untuk melengkapi administrasi di lembaganya,” kata salah satu pemateri bimtek. Diikuti lebih dari lima ratus pendidik yang hampir seratus persen mewakili lembaga PAUD khususnya non formal yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Nah, semoga tidak ada lagi alasan sulit membuat atau melengkapi borang-borang akreditasi.

Mari berikhtiar untuk lembaga PAUD masing-masing sehingga diakui kelayakan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, terencana dan terukur. May Useful (EnNuzul “Happy Milad MEPNews” Teruslah Menebar Energi Positif)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.