Menunggu,menulis sambil observasi Rumah Sakit

Oleh: Khusnatul Mawaddah

MEPNews.id — Sudah 3 hari ini, aku sangat menikmati hidup tidak seperti biasanya. Nunggu anak yang lagi sakit di Rumah Sakit terbaik dalam melayani pasien di kotaku.Awal-awal masuk UGD ada rasa khawatir, sembari berdoa semoga penyakit anakku tidak parah, jauh dari kematian.Cukup khawatir karena banyak anak kena DB. Alhamdulillah Allah mendengar do’a kami, demam tinggi disertai batuk pilek. Muski kondisi RSA full pasien, aku cukup bersabar menunggu dapat kamar di ruang UGD sampai tengah malam, toh pada akhirnya ada pasien yang pulang, akhirnya dapat kamar juga. Anakku yang ke 4 termasuk jarang sakit, baru kali ini merasakan tidur di kamar Rumah Sakit, karena ruangan kamar sudah disetting ramah anak tentu anakku enjoy saja, ini mungkin yang dikatakan para pakar marketing, good service customer.

Dinding kamar penuh gambar dari wellpaper, ada playgrond ,ber ac ,kulkas, shofa, tv, serta ada nurse call atau pemanggil perawat. Sehari dirawat sudah cukup pulih, setiap kali saya butuh bantuan pasti dengan ramah perawatnya datang melayani, dengan sapaan layaknya saudara sendiri. Sehabis dhuhur ada alunan ayat suci beserta artinya terdengar disetiap kamar . Entah yang jadi pasien selain beragama islam suka atau tidak, sudah menjadi SOP alunan ayat suci ummat islam tetap diputar.Karena memang rumah sakit milik yayasan islam. Tata ruang dan sarana prasarananya juga lengkap, ada masjid yang rutin mengadakan kajian bersama karyawannya serta penataan taman yang asri. Rumah sakit mirip dengan hotel pikirku, semua penataan managemennya juga profesional, cara memperlakukan pasien juga tidak meragukan. Semua tidak terlepas dari sistem kepemimpinan di rumah sakit. Setiap minggu karyawan beserta dokter memberi pelayanan gratis cek darah dll di masjid yayasan, selain untuk sosialisasi pelayanan ,juga wujud kepedulian mereka terhadap masyarakat.
Saya juga merasakan betapa sabarnya perawat dan dokternya, saat terjaga mereka nonstop melayani pasiennya, saat di UGD ada 11 pasien yang datang dengan macam-macam penyakit, ada yang ingin segera dilayani karena perutnya sakit tidak bisa BAB dan banyak lagi penyakit yang ngeri saya mendengar keluhannya.Disetiap pintu masuk kamar ada tulisan motivasi yang intinya Allah memberi cobaan sakit pasti ada obatnya, tetap positif thingking dengan ketentuan Allah.

Sambil menikmati nyamannya kamar rumah sakit, pikiranku melayang betapa para pimpinannya berusaha keras berinovasi agar daya tarik pengguna jasa pelayanan kesehatan mampu memberi karya terbaiknya, saya yakin rumah sakit segede ini dengan luas kurang lebih 3000 m2 dengan 4 lantai banyak berkontribusi dalam penanganan kesehatan masyarakat, lepas dari berapa profitnya.

Sama halnya kita memilih pemimpin daerah, propinsi, maupun negara, siapa diantara calon yang memberi pelayanan terbaik, terpercaya dan terpandai memikat pemilihnya merekalah yang berhak dipilih. Bisa dipastikan rakyat kita semakin mahir dan hafal ciri pemimpin yang betul-betul murni karena rakyatnya dan mana calon pemimpin yang hanya lipstik mencari popularitas.

Semoga kita semua selalu sehat,sehingga mampu berkontribusi positif baik sebagai rakyat maupun sebagai pemimpin di komunitas kita masing-masing.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.