Berbuat Baik: Topik Pengajian Dosen STIE Perbanas

(Foto: Ustad, Bangun Samudra Bersama Para Dosen dan Karyawan STIE Perbanas Surabaya)

MEPNews.id —- Tepat pada Minggu, 12 Novermber 2017, hari ini, pengajian dosen STIE Perbanas Surabaya, diadakan yang kali kedua. Acara difasilitasi di rumah kediaman Ibu Citra Laksmi Ritnaya, SE., M.Si. Jalan Gunung Anyar C2, No; 9, Surabaya. Hadir pula pucuk pimpinan STIE Perbanas, Puket II, Meliza Silvi, SE., M.Si, dan Kajur Manajemen Dr. Muazaro, M.T., dan para dosen serta karyawan administrasi.
Pada pengajian hari ini, dihadiri pula oleh ustadz Bangun Samudra. Semua pertanyaan peserta dijawab dengan tangkas sambil menyuruh baca surat-surat yang disebutkan. Setiap kali persoalan hidup yang ditanyakan dari peserta, langsung dijawab cepat dengan menyebut surat dan ayat. Dengan cekatan, para peserta pun langsung membuka surat dan ayat yang dimaskud. Ternyata, tepat dan terjawab.
Alqur’an sebagai kitab suci lengkap untuk memecahkan setiap persoalan. Namun, inti pokoknya, ustadz mengajak berbuat baik berdasarkan ajaran Islam. Kita semua akan dimintai pertanggunjawaban sesuai perbuatan kita di dunia. Sebagai ahli surga, manusia harus berbuat baik sesuai tuntunan ajaran Islam. Siapa pun yang menyimpang ajaran itu, maka mereka akan menjadi penghuni neraka. Itu sudah jelas, ayat-ayatnya.
Yang lebih meyakinkan itu, adalah segala perbuatan baik ada aturannya lengkap ayat demi ayat. Peserta sangat tercengang dengan ustadz ini. Bagaimana tidak, setiap kali masalah yang ditanyakan, dia langsung hafal surat dan ayatnya. Ketika dibuka dan dibaca, ternyata betul apa yang disampaikan dengan jawaban persoalan yang ditanyakan.
“Di samping menjalankan rukun Islam, kita bisa menjadi ahli surga, jika kita juga melakukan amal soleh, amal jariah, dan sodaqoh.” Tandas ustadz Bagun Samudra. Itu sebabnya, sebagai Muslim jangan segan-segan beramal baik. Bersedekah, amal soleh, jariah, dan sodaqoh. Besarnya amal baik kita di dunia sama besarnya dengan bangunan “rumah kita” di surga nanti. Semakin besar amalnya berarti semakin besar “rumah kita” di surga.
Sebaliknya, semakin kecil amal kita, semakin keci “rumah kita” di surga. Apalagi, jika kita tidak pernah berbuat baik seperti yang disebutkan tadi, berarti pula kita tidak punya “rumah” di surga. “Beramal baiklah selagi di dunia: amal soleh, jariah, dan sodaqoh, Insya Allah, itu semua akan membawa kita ke alam surga di akherat nanti. “ Tegas Ustadz Bangun Samudra.(Dwr)

Facebook Comments

POST A COMMENT.