Menanamkan Nilai-nilai Pahlawan pada Anak-anak

Foto Ananda Andun (Ilustrasi)

MEPNews.id —- DI SETIAP Hari Pahlawan, kita akan menyaksikan anak anak berbaju hijau, tentara, doreng doreng. Mereka kemudian membawa bendera merah putih

Para guru kemudian mengajak anak-anak memekikkan kata Merdeka, merdeka..bahkan kemudian diikuti Allah Akbar Allah Akbar menirukan teriakan Bung Tomo dan para pejuang 45.

Rutinitas itu selalu berlangsung tiap tahun. Bahkan sering menjadi upacara tanpa makna, kata tanpa getaran, meskipun afirmasi positif itu tetap punya arti.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana generasi melenial mampu menemukan nilai-nilai perjuangan hanya lewat simbol baju, bendera merah putih dan teriakan kata Merdeka ?

Saya menyodorkan 3 catatan:

Pertama, afirmasi positif teriakan merdeka tetap diperlukan, termasuk kostum pejuang sebagai role model, para guru dan orangtua menjadi tambahan kekuatan tauladan.

Namun jangan biarkan baju hanya sekedar baju. Jangan biarkan teriakan merdeka hanya berhenti menjadi kata. Peran guru dan orangtua harus mampu menjelaskan sejarah perjuangan para pahlawan. Dalam konteks ini, metode dongeng dan dramatisasi menjadi model menarik bagi anak usia dini dan sekolah dasar.

Kedua, Audio Visual, adalah alat yang tidak bisa lepas bagi anak anak milineal. Termasuk gadget sebagai medianya. Maka, guru, orangtua dan para senior sudah seharusnya menggunakan media audio visual untuk memperlihatkan bagaimana perjuangan para pahlawan.

Sejumlah dokumen pidato Bung Tomo da Bung Karno yang banyak beredar di youtube, dengan penjelasan awal yang konstruktif dan diskriptif sebelum diputar, adalah alat bantu yang bagus agar anak bisa merasakan dan mendapat getaran perjuangan. Meski sepertinya mereka kurang tertarik dibanding film kartun, tapi tanamam itu kelak akan mereka nikmati.

Ketiga, dalam konteks futuristik, anak modern harus diajak diskusi panjang tentang makna hidup. Bahwa hidup itu bukan hanya sekolah, hidup itu bukan hanya kerja, karier, tetapi hidup itu juga harus menolong tanpa pamrih, hidup itu harus peduli, hidup itu harus bersahabat.

Maka, pejuang modern bagi anak anak adalah, suka kunjungi sahabatnya yang sakit, menolong temannya yang bermasalah, dan lain lain. Berjuang bagi anak modern adalah menjadi anak yang rajin belajar, punya ilmu, dan ilmunya berguna bagi kemanusiaan. Bahwa kelak kemudian menjadi tentara, polisi, dosen, pengusaha, dokter dan sebagainya, adalah buah dari perjuangannya saat rajin belajar dan peduli sama sahabat.

Tentu bisa lebih panjang analisa ini, tapi janganlah panjang-panjang nanti tidak dibaca dan tidak manfaat. Dan tulisan panjang ini kalah arti dan maknya dengan satu kata MERDEKA. (Yusron Aminulloh, Sahabat para orangtua)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.