Mewarna, Hobi yang Sehatkan Mental

MEPNews.id – Dalam dua tahun belakangan ini, buku mewarna untuk orang dewasa bertebaran di toko-toko buku di berbagai penjuru dunia. Ada yang produk internasional, ada juga yang lokal. Bahkan, buku mewarna gaya masa lalu antara lain berjudul The Secret Garden pernah jadi yang terlaris versi Amazon.

Gemar mewarna untuk dewasa ini ternyata memiliki manfaat kesehatan mental. Eleanor Ainge Roy, untuk The Guardian edisi 9 November 2017, mengabarkan peneliti di Selandia Baru menemukan manfaatnya; antara lain mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Kegelisahan dan depresi dapat dikurangi dengan aktivitas mewarnai setidaknya 10 menit sehari.

Orang-orang dewasa mewarnai gambar bertujuan antara lain sebagai hobi, atau relaksasi menenangkan dengan nada-nada nostalgis, atau mengekspresikan kreativitas, atau sekadar melepaskan diri dari dunia modern dan layar digital. Sementara, peneliti di University of Otago di Selandia Baru menemukan manfaat kesehatan mental untuk orang dewasa.

Penelitian yang dipublikasikan di Creativity Research Journal itu menemukan, masa lalu yang tidak biasa dapat secara potensial digunakan sebagai alat bantu swadaya yang murah dan mudah diakses untuk mengelola beberapa gejala buruknya kesehatan mental.

Dr Celia Lie dari Universitas Otago mengatakan, dia dan rekan-rekannya memulai studi ini untuk melihat apakah orang dewasa yang gemar mewarnai buku akan lebih sehat secara mental. Sejauh ini hasil penelitian mereka menunjukkan demikian.

Jayde Flett, penulis utama penelitian, mengatakan sejumlah pertanyaan lebih lanjut perlu dijawab untuk mengetahui bagaimana dan mengapa mewarnai ini efektif untuk kesehatan mental.

“Sering dianggap mewarnai bisa menginduksi keadaan sadar atau meditatif. Ini terkait dengan berkurangnya aktivitas dalam amigdala atau perubahan dalam aktivitas gelombang otak,” kata Flett. “Tapi penelitian kami menunjukkan aktivitas sadar bukanlah faktor utama pendorong perubahan itu, karena orang-orang yang mengisi teka-teki silang pun menjadi lebih sadar.”

Para periset menguji 115 wanita usia 18 – 36 tahun. Mereka menemukan, responden yang diberi tugas mewarnai dalam seminggu melaporkan tingkat gejala depresi dan kecemasan lebih rendah, daripada responden yang diberi tugas permainan pikiran lainnya termasuk teka-teki silang dan Sudoku. Padahal, kedua kelompok sama-sama melaporkan mereka merasa lebih sadar.

Dr Tamlin Conner, yang juga penulis penelitian, mengatakan aktivitas mewarnai –bahkan dalam mewarnai garis– bisa menjadi usaha cukup kreatif untuk menenangkan pikiran yang tertekan. Ini sama menenangkannya dengan aktivitas memasak atau berkebun.

“Temuan kami menjadi pertanda baik bagi manfaat potensial psikologis bagi aktivitas mewarnai,” kata Conner. “Dengan cara ini, mewarnai bisa dianggap sebagai tindakan kreativitas kecil sehari-hari, yang sama efektifnya seperti berkebun atau memasak. Karena risiko rendah dan aksesibilitas gampang, kami merasa nyaman untuk menambahkan aktivitas mewarnai ke dalam daftar aktivitas kreatif untuk meningkatkan kesehatan mental.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.