Penggunaan Cepat Obat Beku Darah Bisa Selamatkan Ribuan Nyawa

MEPNews.id – Salah satu penyebab kematian terbesar dalam kondisi darurat kritis adalah kehilangan darah. Untungnya, ada obat untuk mengurangi risiko itu. Analisis menunjukkan, kemungkinan kematian akibat kehilangan darah bisa turun 70% jika asam traneksamat diberikan sesegera mungkin.

Haroon Siddique, melaporkan untuk The Guardian edisi 7 November 2017, pengobatan segera dengan penstabil beku darah itu dapat menyelamatkan nyawa ribuan orang tiap tahun. Obat murah dan mudah didapat itu bisa juga menolong wanita yang menglami pendarahan hebat setelah melahirkan.

Meta-analisis oleh tim peneliti London School of Hygiene and Tropical Medicine, terhadap lebih dari 40.000 pasien, menemukan bahwa kemungkinan kematian karena kehilangan darah bisa berkurang lebih dari 70% jika asam traneksamat diberikan segera setelah cedera atau setelah pasien melahirkan.

Tapi, efektivitas obat itu berkurang seiring waktu. Kemungkinan efektivitasnya bisa turun 10% untuk setiap penundaan 15 menit; dan bahkan nyaris tanpa manfaat jika diberikan setelah tiga jam pendarahan.

Postpartum haemorrhage (perdarahan berlebihan setelah melahirkan) adalah penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia. Korbannya sekitar 100.000 wanita per tahun, kebanyakan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Selain itu, lebih dari 2 juta orang di seluruh dunia meninggal karena pendarahan ekstrasranial traumatis, seringkali akibat cedera lalu lintas dan kekerasan di jalan.

Profesor Ian Roberts, yang memprakarsai penelitian, mengatakan, “Penanganan cepat dengan obat itu dapat menjadi pembeda antara hidup dan mati. Pasien harus segera diobati di tempat kejadian cedera atau segera setelah diagnosis perdarahan. Asam traneksamat harus tersedia sebelum pasien mencapai rumah sakit atau kapan pun ada wanita melahirkan.”

Obat anti-fibrinolitik ini bekerja dengan cara menghentikan bekuan darah agar tidak pecah, dan mengurangi perdarahan. Obat yang di Asia Timur juga digunakan untuk membantu memutihkan kulit ini telah digunakan bertahun-tahun untuk mengurangi perdarahan berat menstruasi, dan sering diberikan saat operasi untuk mengurangi kebutuhan transfusi darah.

Untuk analisis meta yang diterbitkan di jurnal Lancet, penulis penelitian mengidentifikasi 13 eksperimen asam traneksamat yang dilakukan antara 1946 dan 2017. Namun, hanya dua yang menghitung dampak atas waktu pengobatan terhadap efektivitasnya.

Analisis mereka menunjukkan, hampir dua pertiga kematian akibat pendarahan terjadi dalam 12 jam setelah kejadian (atau, 884 kematian dari 1.408 kasus pendarahan). Kematian akibat perdarahan pascamelahirkan bahkan memuncak dua sampai tiga jam setelah melahirkan.

Kelangsungan hidup bagi penderita perdarahan hebat, di mana pun lokasi perdarahan, bisa ditingkatkan seperlima lebih besar dengan penggunaan asam traneksamat. Hanya 1,5% wanita yang diberi asam traneksamat meninggal karena pendarahan, dibandingkan 1,9% wanita yang diberi plasebo plus perawatan standar. Hanya 4,9% pasien trauma yang diberi asam traneksamat meninggal karena pendarahan, dibandingkan dengan 5,7% yang diberi plasebo dan perawatan standar.

Dengan memperhitungkan juga usia dan tekanan darah sistolik, para peneliti tidak menemukan bukti komplikasi atau peningkatan risiko penggumpalan darah (yaitu; serangan jantung, stroke, emboli paru, dan thrombosis pembuluh vena dalam), jika dibandingkan dengan pemberian plasebo. Juga, lebih sedikit kasus serangan jantung dicatat terkait asam traneksamat.

Studi ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan asam traneksamat bisa mengurangi tingkat kematian akibat postpartum haemorrhage dan pendarahan setelah cedera serius. Tingkat pengurangan itu hingga sepertiga lebih rendah jika diberikan dalam waktu tiga jam setelah timbulnya perdarahan.

Roberts mengatakan, “Asam traneksamat itu aman, murah, mudah, dan tidak perlu disimpan di lemari pendingin. Sebagian besar kematian akibat perdarahan terjadi beberapa jam setelah peristiwa. Pengobatan cepat dengan asam traneksamat memiliki potensi untuk menyelamatkan ribuan nyawa di seluruh dunia setiap tahunnya.”

“Mengingat pentingnya perawatan segera, waktu antara dimulainya perdarahan hingga perawatan segera harus diaudit dan dikomunikasikan ke profesional kesehatan. Dengan menetapkan inisiatif peningkatan kualitas nasional atau regional, dengan tolok ukur waktu terbaik untuk perawatan, maka kita dapat memperbaiki kelangsungan hidup seseorang.”

Meski demikian, Roberts mengatakan masih perlu lebih banyak penelitian untuk memahami mekanisme pengobatan tersebut.

Facebook Comments

POST A COMMENT.