Bupati Kuningan Aang Hamid dan Anak Buahnya yang Tuna Netra

BELUM lama ini, saya diperjalankan ke Kabupaten Kuningan Jawa Barat.  Setelah sempat mampir ke Cirebon, melihat pameran keraton, baru kemudian menuju Kuningan. Kota kecil yang indah, dingin dan bersahabat.

Selain acara dengan kawan-kawan Kemendikbud, saya sempat bertemu Bupati Kuningan H.Aang Hamid Suganda, S.Sos. Saya memang ingin bertemu, berdialog, bukan karena kotanya yang indah, tetapi yang utama saya ingin menemukan jawaban, kenapa di kota ini ada seorang pejabat kelas Kabid (Kepala Bidang), tetapi beliau seorang tunantera.

Erlon Carlan, MMPd, pejabat itu adalah Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan anak usia dini PAUD dan pendidikan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Kuningan. Sosok cerdas, progresif dan dipercaya bupati H.Aaang menjadi pejabat.

elon

Pejabat Cerdas

Banyak kawan memuji Erlon yang cerdas, meski tuna netra, tetapi ia tetap lincah dan mampu memimpin sebuah tugas berat.  Tetapi saya justru memuji Bupatinya, karena beliau mempercayai stafnya menjadi pejabat, bukan pertimbangan fisik semata, tetapi karena pertimbangan kecerdasan, kelincahan dan integritasnya.

Sampai kemudian saya menemukan jawabannya. Bahwa Bupati Aang memang seorang yang bersahaja. Matang, dewasa dan berwibawa. Ia hadir dalam banyak acara tanpa banyak protokoler. Sikap bersahajanya menunjukkan dialah pelayan yang melayani masyarakat, bukan sebaliknya seorang yang minta dilayani.

Maka, terjawab sudah tandatanya saya, model bagaimana Bupati Kuningan, kok berani tegas dan mempercayakan seorang yang secara fisik tidak sempurna, karena tunanetra, namun ia percayai memangku sebuah posisi.

Bahkan, Bupati Kuningan tidak salah kalau memilih Erlon yang cerdas, karena ia mempunyai kepekaaan dalam menentukan kebijakan. Bahkan, info yang beredar, Erlon adalah salah seroang pejabat yang “berfungsi” mendamaikan apabila ada masalah antar pejabat di Kuningan. “Dia juru damai,” kata pejabat yang lain.

Tentu, tidak mudah seorang Bupati mempercayai pejabat, anak buahnya yang tunanetra. Ini tentu karena sikap bersahajanya seorang Bupati Aang. **

Yusron Aminulloh, Penulis Trainer dan Penggerak Literasi Nasional

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.