UGM Berupaya Wujudkan Kampus Bebas Napza

MEPNews.id – Dewasa ini, isu-isu mengenai obat terlarang kembali memanas melalui pemberitaan. Ada kabar, narkoba jenis flakka yang membuat penggunanyanya seperti zombie telah masuk ke Indonesia. Ada juga kabar kasus napza berupa pil PCC (Paracetamol, Caffein, dan Corisoprodol) yang memicu halusinasi tingkat tinggi hingga mengakibatkan kematian. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pun berhasil membongkar jaringan produksi pil PCC di Indonesia.

Sebagai institusi, perguruan tinggi tentu memiliki peran dalam memerangi napza khususnya pada lingkup kampus. Agus Hartono SE, MEcDev, Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan Uiversitas Gadjah Mada (UGM), dikutip situs resmi ugm.ac.id edisi 6 November 2017, mengatakan ancaman napza di kampus tidak hanya menyangkut soal mahasiswa, namun seluruh warga kampus, baik dosen, karyawan dan berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, diperlukan sinergi nyata memerangi napza.

Salah satu upaya tersebut adalah kegiatan workshop Kader Anti Napza untuk mahasiswa. Bekerjasama dengan RAJA BANDAR UGM (Gerakan Jauhi Bahaya Napza dan Rokok), Ditmawa UGM untuk menggelar kegiatan tersebut dengan tema ‘Membangun Pemahaman dan Sinergi Guna Mewujudkan Kampus Bebas Napza.’

“Ini upaya nyata untuk mendukung kampus bebas napza. Dengan berbagai fenomena yang terjadi saat ini, serta penyelarasan melalui ranah akademis, para peserta diharapkan memahami realitas yang ada dan langkah praktisnya dalam mewujudkan kampus bebas napza,” kata Agus, di hotel Pondok Tingal, Borobudur, 4 November.

Selaku ketua panitia, Agus menjelaskan workshop pada 3-4 November itu diikuti 170 peserta dari berbagai fakultas. Kegiatan diisi diskusi panel, pelatihan dan outbond dengan menghadirkan pembicara Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Drs Triwarno Atmojo, Dra RR Upiek Ngesti WA, DAPE, MBiomed, Dra.Dani Krisnawati, SH, MHum dan Syarif Hidayutullah, MAg, MA.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai pemahaman bahaya penyalahgunaan napza disampaikan kepada mahasiswa. Dengan cara ini diharapkan mahasiswa mengetahui bahaya napza dan bisa bersinergi dengan sivitas akademika untuk bersama-sama mewujudkan kampus bebas napza.

“Diharapkan mahasiswa yang aktif dan kritis terhadap isu-isu penyalahgunaan napza dapat menyinergikan dengan berbagai stakeholders yang ada di lingkungan UGM sekaligus untuk mewujudkan kampus bebas napza,” papar Agus Hartono. (Humas UGM/ Agung)

Facebook Comments

POST A COMMENT.