Cinta Sepotong Pizza

MEPNews.id —Program parenting yang digalakkan oleh kemendikbud memang sangat cocok untuk kondisi saat ini, mulai dari intern sekolah seluruh sumber daya yang terdiri dari pendidik, komite serta ektern masyarakat merupakan harmoni yang  perlu digali. Manager sekolah harus mampu membaca seluruh potensi yang mendukung program parenting.
Ada benarnya program ini menyisir guru yang berpotensi bidang tertentu yang mengarah ke pemberdayaan untuk memberikan sumbangsih kepada wali murid, bisa juga dari orang tua yang mampu bidang tertentu. Sasaran parenting memang lebih mengarah ke hubungan orang tua antar orang tua, orang tua terhadap anak serta yang lebih penting hubungan antar orang tua terhadap guru atau pendidiknya. Saling peduli,saling memberi manfaat serta saling merekatkan satu dengan yang lain. Hubungan yang hangat antara orang tua dan anak terkadang perlu difasilitasi oleh pihak sekolah, bagaimana caranya ?,diantaranya  dengan mempertemukan kedua orang tuanya duduk bersama dan diberi advokasi oleh ahli parenting tentang pentingnya pemahaman karakter anak-anak mereka, serta tentu dengan pendekatan keilmuan. Bisa dengan berkarya bersama, dinikmati bersama, saling memberi masukan.
Sumber pemberi ilmu parenting bisa juga dari orang tua yang sukses mengelola keluarganya, sehingga ada teladan bagaimana mereka mampu mengelola keluarga.Sebagai contoh saya pernah mencoba inisiator kegiatan parenting dari para ortu, saat itu timbul ide bikin makanan pizza dari topping sayuran dan daging. Ternyata tim ahli dari salah satu wali murid yang memang konsen bikin cake lebih membawa suasana nyaman, serta lebih bebas bertanya. Selain sudah terbiasa saling tegur sapa juga sesama wali murid saling terbuka. Dari pengamatan saya semakin sering lembaga memberi ruang bebas untuk saling sharing, saling berexplorasi kemampuan orang tua satu dengan yang lain, maka akan semakin terjalin komunikasi yang efektif, bisa jadi mereka akan terbentuk netwotk atau jejaring dalam hal pertukaran karya. Indikator ini bisa berlanjut ketika para orang tua murid mengikuti perjalanan pendidikan putra putrinya dijenjang yang lebih tinggi. Mereka terus menjalin hubungan dan menemukan komunitas parenting yang tentu lebih variatif model kegiatannya.
Semangat parenting semakin didorong karena kita saling membutuhkan satu dengan lainnya, sekolah butuh komunikasi penuh kasih sayang dengan orang tua, orang tua juga butuh putra putri mereka diperhatikan penuh perkembangannya. Sesama orang tua juga butuh komunitas dalam pertukaran informasi tentang perkembangan antar anak mereka. Sehingga ketika hati mereka sudah saling koneksitas maka layaknya saudara, jika salah satu dari wali murid ada masalah maka wali murid yang saling respek dan saling memotivasi. Awal yang indah untuk menjalin cinta kasih, lembaga bisa berbinar dan terbantukan programnya dari ide kelas parenting.Semoga. (Khusna)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.