Mengasuh Anak untuk Memotivasi Diri Sendiri

estiOleh; Esti D. Purwitasari, guru di Surabaya Grammar School

MEPNews.id – Duh, senangnya punya anak yang punya motivasi. Wajahnya sering dihiasi senyum dan matanya selalu berbinar. Tiap pagi, bangun sendiri dan segera sholat subuh lalu mengaji disusul mempersiapkan tas dan seragam sekolah. Jika ada tugas, ia menjalankan dengan senang dan sungguh-sungguh tanpa disuruh. Ia juga berinisiatif menjajal hal-hal yang belum pernah dilakukan.

Motivasi diri adalah sifat yang bisa menentukan kesuksesan. Memotivasi diri sendiri adalah keterampilan vital jika anak ingin sukses di masa depan. Namun, tidak semua anak tumbuh dengan kebiasaan memotivasi diri sendiri. Penyebabnya bisa banyak hal; nature atau nurture. Dari sisi internal, bisa dari perkembangan fisik dan mentalnya sendiri. Dari sisi eksternal, bisa jadi dari pola asuh yang diterapkan orang tua padanya.

Memang benar motivasi diri itu sebagian besar datang dari sisi internal. Tapi, ada beberapa cara bagi orang tua untuk membantu anak mengasah kemampuan memotivasi diri. Berikut adalah beberapa cara yang bisa membantu.

  • Dorong Optimisme

Bantu agar anak lebih terfokus pada solusi masalah. Jangan biarkan anak terjebak dalam belitan masalah. Pada saat yang sama, ajarkan pandangan-pandangan hidup positif. Ini akan mendorong anak untuk mengadopsi pendekatan yang sama. Maka, anak akan senantianya berusaha menyelesaikan masalah dengan cara baik sebagai bekal pengalaman mental di masa datang.

  • Tumbuhkan Kegigihan

Saat anak sedang melakukan sesuatu, hibur! Salah satu bentuk hiburan adalah berupa reward (hadiah). Namun, berikan juga reward untuk usahanya, bukan hanya untuk kesuksesannya. Orang tua bisa membantu anak mengembangkan kegigihan yang kelak dibutuhkan untuk menghadapi kegagalan dan agar terus berusaha sampai berhasil.

  • Hadapi Kegagalan

Ajarkan pada anak untuk bisa menerima bahwa kegagalan itu bisa saja terjadi. Kegagalan diperlukan agar anak tidak sombong, dan agar anak tahu ada kekuatan Mahabesar di atas sana. Maka, membimbing anak bagaimana untuk kalah atau menang dengan elegan, akan memberi mereka kemampuan untuk menghadapi dengan cara positif atas kegagalan di kemudian hari.

  • Kembangkan Minat

Anak-anak yang memiliki berbagai minat akan terpapar dengan lebih banyak kesempatan berbeda. Mungkin banyak yang menarik, tapi ada juga yang kurang menarik. Maka, keberagaman kesempatan akan membuat wawasan anak lebih luas. Jika dikombinasikan dengan baik dan berimbang, ini akan membuat anak tetap termotivasi saat mengerjakan tugas-tugas yang ia kurang sukai.

  • Rayakan Prestasi

Mengetahui bagaimana merayakan dan menikmati keberhasilan, baik milik anak maupun orang lain, akan memberi anak sesuatu yang ideal untuk dituju. Di dalam benak anak akan tertanam memori tentang keberhasilan tertentu. Memori ini akan mendorong anak di masa depan untuk menikmati perayaan prestasi yang lain.

  • Bantu untuk Sukses

Beri anak kesempatan untuk menjadi sukses. Jangan hambat atau halangi langkah anak menuju kesuksesan itu. Justru, beri kesempatan pada anak mengalami sendiri emosi positif yang menyertai kesuksesan. Maka, mendukung dan membimbing anak menuju kesuksesan akan membangun kepercayaan diri yang sangat vital bagi motivasi diri di masa datang.

  • Tingkatkan Minat

Mendorong anak belajar tentang hal-hal yang diminati akan memungkinkan anak lebih memahami konsep yang mereka pelajari di sekolah maupun di kehidupan nyata. Maka, orang tua harus kreatif dalam cara menghubungkan antara minat dengan pembelajaran. Mengukur panjang dinosaurus mainan atau menghitung tingginya air dalam rice cooker akan membantu anak memahami konsep ukuran atau volume tanpa merasa seperti sedang belajar matematika.

  • Beradaptasi dengan Gaya Belajar Anak

Cara belajar efisien satu anak tentu berbeda dengan anak lainnya. Beberapa anak lebih suka duduk dan mendengarkan informasi baru. Anak lain ingin bergerak dan melakukannya secara langsung. Nah, orang tua harus paham cara belajar yang anak sukai. Maka, buatah kondisi agar belajar tetap terasa menyenangkan dan bukan terasa sebagai tugas yang memberatkan. Anak akan gampang memotivasi diri untuk belajar atau mengerjakan tugas jika hatinya senang.

Facebook Comments

POST A COMMENT.