Kenapa Anak Rewel Pilih-pilih Makan?

MEPNews.id – “Lho, Nak. Nasinya dihabiskan, dong. Sayur sopnya koq dimakan kentangnya saja? Wortelnya dimakan juga!” begitu yang dikatakan seorang ibu melihat anaknya rewel makan. Sudah berkali-kali Si Ibu mengingatkan, tapi Si Anak tetap saja pilih-pilih makanan. Apa pun yang dilakukan Si Ibu tampaknya belum cukup meyakinkan Si Junior untuk gampang makan.

Penelitian kecil di tahun 2010 oleh Stanford University terhadap anak-anak usia 2 – 11 tahun menemukan, pada usia tertentu antara 13 – 22 % anak-anak menjadi pilih-pilih makanan. Tidak ada waktu berapa lama fase ini bertahan. Penelitian mengamati, 40 persen dari 120 anak yang disurvei bertahan lebih dari dua tahun.

Julie Freedman-Smith, pakar parenting dan pendiri lembaga Parenting Power di California, menyebut ini masalah yang dihadapi banyak keluarga, namun seringkali ibu atau ayah bingung apa yang harus dilakukan. “Biasanya, saat anak berusia sekitar tiga tahun, mereka sudah menyukai makanan tertentu dan tidak menyukai makanan lainnya. Apa yang mereka sukai kemarin, bisa jadi tidak sukai hari ini, dan mungkin besok suka lagi. Itu normal. Yang jadi masalah adalah jika anak tidak makan apa yang dibutuhkan untuk berkembang dan sehat,” kata ia dikutip Dani-Elle Dubé untuk Smart Living, Global News, edisi 25 September 2017

Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa selera orang dewasa berbeda dengan selera anak, kata Freedman-Smith. Anak-anak, rata-rata punya 10.000 tunas rasa di permukaan lidah yang diganti setiap dua minggu. Seiring bertambahnya usia, tunas rasa tersebut tidak diganti lagi. Maka, respons rasa pada anak-anak tentu lebih beragam daripada orang dewasa.

“Yang penting, orang tua tetap menyediakan makanan sehat,” katanya. “Anak tidak akan melaparkan diri. Orang tua harus memastikan anak makan yang anak sukai. Memang enak jika bisa menyediakan berbagai pilihan sehingga anak-anak bisa mencicipi banyak hal. Tapi, yang lebih penting, sediakan makanan sehat yang anak suka.”

Jadi, jangan terlalu memusingkan diri. Freedman-Smith menyarankan tips berikut. Pertama, orang tua harus mencoba mengambil pendekatan berbeda saat melihat makanan mereka sendiri dibandingkan dengan makanan anak.

“Orang dewasa cenderung melihat apa yang dimakan setiap makan. Tapi, terkait anak-anak yang tumbuh dan mengalami banyak perubahan, lebih baik melihat apa yang dimakan selama seminggu. Apakah cukup mendapatkan makanan seimbang selama seminggu? Kadang anak hanya sekadar sarapan, tidak makan banyak pada siang, namun malamnya lebih banyak makan.”

Kedua, jika orang tua merasa pilih-pilih makanan itu adalah perilaku anak untuk mencari perhatian, maka jangan beri perhatian. Dengan pura-pura mengabaikan perilaku itu, orang tua bisa mendorong anak tidak melanjutkan perilaku pilih-pilih makan. Namun, tetap sediakan makanan sehat sebagai bagian dari makanan ringan sehingga anak mau mencicicpinya.

Ketiga, siapkan makanan saat anak lapar. Sering, perilaku pilih-pilih makan terjadi saat makan malam. Itu karena anak sudah banyak makan dan ngemil sepanjang siang, sehingga belum terasa lapar saat makan malam. Maka, makanan yang enggan dimakan itu hendaknya dikeluarkan saat anak sedang lapar. Kemungkinan besar anak mau mencobanya.

Terakhir, yang disarankan Eat Right Ontario, persiapkan makan untuk seluruh anggota keluarga. Anak akan lebih mau mencoba makanan baru jika tahu anggota lain dalam keluarga juga memakannya. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.