Pustakawan, Jantung Sekolah

PELATIHAN PUSTAKAWAN SD/MI PANTI 2017 KEMBALI KE KONSEP JANTUNG SEKOLAH

IMG-20171002-WA0035
MEPNews.id — Jember, Sabtu (30/9) Pustakawan SD/MI kecamatan Panti ikuti pelatihan 3 hari sejak Kamis (28/9). Pelatihan diadakan atas kerjasama KKP (Kelompok Kerja Pustakawan) Panti bersama PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) ‘Rumpun Aksara’ Panti. Pelatihan ini disokong dua instansi pembina, UPTD Pendidikan Panti dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember. Pelatihan mengambil tema Kembali ke Konsep Dasar Perpustakaan Jantung Sekolah. Pelatihan diselenggarakan dengan teknik anjangsana. Tempat pelaksanaan dilaksanakan bergantian dari Aula UPTD, Dinas Perpustakaan dan berakhir di PKBM Rumpun Aksara. ‘Ini dilakukan untuk efektivitas praktik pelatihan,” kata Hariyanto, SH selaku Ketua Panitia.

Ketua Panitia sekaligus Ketua KKP Panti, Hariyanto terharu atas antusiasme peserta mengikuti pelatihan demi meningkatkan kompetensi bidang perpustakaan dan kepustakawanan. Ini disampaikan saat pembukaan acara. Hadir mewakili Kepala Disperpusip adalah Drs. Sutrisno, MSi. “Atas nama instansi yang diberi tanggung jawab membina seluruh jenis perpustakaan di Jember, kami bangga atas jerih payah rekan-rekan pustakawan sekolah di Panti,” Lebih lanjut Drs. Sutrisno, MSi (Sekretaris Disperpusip) didampingi Drs. Udy Hartanto, MSi (Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip) mengapresiasi segenap upaya warga Panti memajukan dunia perpustakaan dan kepustakawanan. Hanya di Panti ada KKP. Hanya di Panti ada Pustakawan Cilik dan Pelatihan Puscil yang telah merata diadakan di Panti. Demikian juga, pejabat dari Disperpusip Jember ini berharap Panti bisa menularkan budaya literasi bagi kecamatan lainnya di Jember.

Sebelum membuka secara resmi acara pelatihan, Dra ECW Ganefiana yang akrab dipanggil Bu Ana, selaku Kepala UPTD Panti menyampaikan kata sambutan. “Terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik dan harmonis. Dengan kerja bareng insan-insan perpustakaan seperti inilah kami harapkan bisa lebih memajukan dunia pendidikan demi mencerdaskan kehidupan bangsa.”

 

Menilik dari penggalangan peserta maupun dana untuk pelatihan ini memang dilakukan secara swadana. Meskipun banyak keterbatasan dan kekurangan, kesatuan tekat dan semangat kemandirian kami bisa kumpul bareng demi kemajuan bareng-bareng, kata Lutfiana salah satu panitia penerima tamu.

Kehadiran dua pejabat struktural Disperpusip Jember ke Panti ternyata bukan tanpa alasan. Selesai acara Pembukaan, atas mandat Drs. Urip Slamet Santoso (Kepala Disperpusip Jember), kedua pejabat Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Perpustakaan ternyata berkenan mengunjungi langsung lokasi SDN Kemuningsarilor 02 dan SDN Panti 01. Kedua lembaga ini masuk dalam nominasi finalis Juara 1-3 Lomba Mading yang akan diuji presentasikan seminggu mendatang. Pelaksanaan Lomba Mading 2017 Tingkat Kabupaten Jember sebagaimana diumumkan bersifat terbuka tanpa ada unsur KKN maupun pungli. Oleh sebab itu, hasil kerja Tim Juri benar dilihat secara dekat oleh kedua pejabat tersebut. Bahwa hasil penjurian menjunjung tinggi objektivitas dan profesionalitas bisa dibuktikan dari kunjungan spontanitas ini.

Selanjutnya di tempat pelatihan hari pertama, pemateri secara khusus ditangani oleh Fatchur Rochman, Pustakawan Ahli dari Disperpusip Jember. Di aula UPTD Panti yang terbuka, pemateri menekankan pentingnya menguasai konsep dasar perpustakaan dan kepustakawanan. “Jangan takut melakukan revolusi. Dengan revolusi yang terbukti lebih cepat dari hanya reformasi. Kami mengajak teman seperjuangan merevolusi pemikiran yang selama ini banyak dan serba terbalik.” Demikian pesan pustakawan yang akrab dipanggil Gusphur tersebut. Apa maksud terbalik ? Selama perpustakaan sekolah hanya urusan yang dinomorduakan, mustahil anak didik bisa cerdas. Selama bapak/ibu guru tidak mendayagunakan sumber informasi dan pengetahuan yang ada di perpustakaan, maka pembelajaran tematik dari Kurikulum 2013 akan kehilangan arah. Itulah sebabnya tema pelatihan ini kembali ke konsep perpustakaan sebagai jantung sekolah.

IMG-20171002-WA0032

 

Pelatihan pustakawan pada hari pertama didukung pula oleh kehadiran armada Bus Perpustakaan Keliling yang dikomandani Dra. Nanik Sukartiningsih. Armada Perpusling yang berisi 5000 lebih judul buku dengan seluruh klasifikasi koleksinya digunakan untuk praktik materi Layanan dalam pelatihan tersebut. Pelatihan makin lengkap karena kegiatan praktik dibantu oleh 5 mahasiswa prodi Ilmu Perpustakaan dari Universitas Terbuka yang sedang melakukan praktik kerja. Suasana pelatihan yang disetting beda dari biasanya ini diformulasikan dengan konsep 30% teori dan 70% praktik. Harapannya agar selesai pelatihan peserta mampu mengelola perpustakaan lebih profesional serta mengembangkan minat baca pserta didik di sekolah/madrasah masing-masing peserta.

Peserta makin tertantang memacu potensinya pada hari kedua yang dilaksanakan di Auditorium Disperpusip yang beralamat jalan Panjaitan 49 Jember. Peserta diwajibkan membawa laptop, otomatis harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk mengelola perpustakaan sekolah/madrasahnya. ‘Karena bersama kita bisa,” demikian penjelasan Triono Fuji Santoso, pemateri hari kedua dari Disperpusip. Pengolahan bahan pustaka yang selama ini dilakukan manual ternyata lebih mudah dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi. Salah satunya adalah aplikasi software Inlislite yang diorbitkan secara free oleh Perpustakaan Nasional. Meskipun baru kenal, ternyata seluruh peserta bisa memanfaatkan fasilitas teknologi ini. Sehingga pelatihan yang direncanakan berakhir setiap hari pukul 15.00 tidak terasa molor 1 jam karena antusiasme peserta.

Pelatihan makin seru lagi pada hari terakhir. Tempat pelaksanaan di Perpustakaan PKBM Rumpun Aksara Panti. Sebanyak 6 tim/kelompok kecil saling berpacu menyelesaikan tugas dari Pemateri. Hari ini membuktikan bahwa teknologi informasi dan komputerisasi ternyata memudahkan pengelolaan perpustakaan. Kerjasama peserta pelatihan makin terpacu karena Panitia menyiapkan hadiah sebagai apresiasi untuk tim yang bekerja lebih baik. Game dan materi yang diberikan di hari ketiga menjadi indikator sejauh mana penguasaan peserta mengelola perpustakaan masing-masing.

“Ini adalah hasil kerja dengan IPK 3,5 alias cumlaude,” demikian Fatchur Rochman mewakili Disperpusip mengevaluasi sebelum menutup pelatihan. Lebih lanjut dia katakan, ”Meskipun untuk menuju sempurna masih butuh waktu dan kerja keras, saya meyakini kalau kita terus menjaga kekompakan dan kebersamaan, insya Allah anak didik di sekolah/madrasah kita makin senang belajar dari perpustakaan. Anak-anak kita makin lebih cepat cerdas menguasai ilmu pengetahuan. Tetapi bukan hanya itu. Bukan hanya gemar membaca yang kita tuju. Kita ingin anak-anak dan masyarakat kita berkarakter pembaca yang baik. Kata kunci ‘karakter’ terwujud karena pola pembiasaan. Oleh sebab itu, kita harus cetak mereka tetap membaca, tetap belajar dimanapun dan tidak pernah ada kata ‘berhenti’. Itu masih butuh perjuangan dari pustakawan yang belajar bareng ini selama 3 hari. Bapak/Ibu masih semangat untuk berjuang? ”
Pertanyaan dijawab kompak seluruh peserta dan panitia, “Siaap …!”. Alhamdulillah, pelatihan Pustakawan SD/MI Kecamatan Panti yang diagendakan selama tiga hari berturut-turut mulai jam 08.00 hingga 15.00 berakhir dengan sukses. (hari/phur)

FOTONYA …. CARI YANG MANA AJA
BERITANYA DI EDIT LAGI MONGGO !

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.