Pelajaran Menarik Bagi Imam Sholat, Petuah Prof Zahro

Catatan peserta di Forum pelatihan Imam khotib di Islamic Center Masjid Agung Jombang (24/9/2017) ini sangat manfaat.

Sesi Prof Zahro sampai ada 10 yg tanya.

Ada pula penanya yang tidak puas dengan jawaban narasumber sebelumnya. Diulangi bertanya lagi.

Peserta dari Mojowarno Jombang, konfirmasi jawaban yang dia berikan ketika ada makmum tanya.

Ada jamaah yang sering dehem, glegeken dan saat wahing dalam shalat baca hamdalah. Bagaimana hukum shalatnya?

Penanya dari Mojowarno ini mengaku ketika ditanya seperti itu, dia menjawab asal. “Pokoke gak misuh gpp,” ucapnya.

Semua peserta tertawa mendengarnya.

Gimana jawaban Prof Zahro?

Di zaman Nabi sempat ada sahabat yang baca hamdalah saat wahing dalam shalat.

Usai shalat Nabi langsung tanya. “Siapa yang tadi bersin dan baca hamdalah?”

Para sahabat semua diam karena ketakutan.

Lalu Nabi melanjutkan. “Malaikat terkejut dan memuji orang yang bersin lalu baca hamdalah tadi.”

Mendengar itu seorang sahabat lalu angkat tangan. “Kulo kanjeng Nabi.”

So, baca hamdalah usai bersin dalam shalat tadi tidak apa-apa. Tidak membatalkan shalat.

Prof Zahro juga mengapresiasi jawaban pokoke tidak misuh tadi. “Itu jawaban bagus untuk nutup,” kata Prof Zahro.

Nutup untuk nyetop pertanyaan?

“Bukan, tapi nutup untuk Nutupi gobloke.” Hahaha

Prof Zahro juga menjelaskan bahwa membaca apapun jelang takbirotul ihrom itu boleh. Entah itu baca usolli, atau ilahi anta maqsudi atau QS Annas.

“Jangankan baca Annas. Jelang takbirotul ihrom khatamkan Quran juga gpp. Misuh pun tidak apa2. Karena itu belum masuk shalat.”

Di akhir sesi Prof Zahro minta imam bisa ngemong. Tidak gampang-gampang menyalahkan jamaah atau imam lain.***

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.