Terlalu Lama Duduk? Awas, Kematian Dini!

MEPNews.id – Jatah umur manusia memang sudah jadi takdir Tuhan. Namun, ada sejumlah kebiasaan yang memperburuk kondisi kesehatan. Salah satunya, kebiasaan duduk diam terlalu lama meningkatkan risiko manusia mati lebih dini.

Derek Beres, menulis untuk bigthink.com edisi 22 September 2017, mengabarkan studi baru yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine. Studi ini menemukan sesuatu yang lama menjadi objek spekulasi; terlalu banyak duduk membuat kita berisiko mengalami kematian dini. Ini menyusul sejumlah penelitian sebelumnya yang menemukan kebiasaan yang sama tidak sehatnya dengan merokok.

Studi yang dipimpin ilmuwan riset Keith M. Diaz dari Universitas Columbia ini terhadap hampir 8.000 orang dewasa kulit hitam dan kulit putih berusia di atas 45 tahun. Dalam empat tahun, waktu duduk orang dewasa diukur dengan accelerometer yang terpasang di pinggul. Penelitian menemukan, risiko kematian dini meningkat seiring semakin lama duduk diam.

Penelitian ini berkembang dari studi nasional di Amerika Serikat, REGARDS, yang menyelidiki mengapa orang kulit hitam memiliki risiko stroke lebih besar daripada orang kulit putih. Hasilnya menakjubkan: dalam 16 jam bangun, orang dewasa duduk selama 12,3 jam.

Meski tidak ada durasi spesifik untuk mengurangi risiko kematian dini, para periset menemukan orang-orang yang duduk lebih dari 13 jam memiliki risiko 200 persen lebih tinggi daripada yang duduk di bawah 11 jam. Orang-orang yang duduk lebih lama daripada 90 menit pada satu kesempatan bisa melipatgandakan risiko kematian dini dibandingkan dengan yang segera berdiri dan bergerak sebelum 90 menit.

Diaz menyadari gerakan itu perlu demi kesehatan. Namun, seberapa banyak gerakan, itu masih diperdebatkan. Menurutnya, saran bahwa ‘bergerak lebih banyak’ itu tidak jelas dan tidak mungkin bisa mengubah kebiasaan duduk terus. “Kami pikir, perlu panduan lebih spesifik. Misalnya, ‘Untuk setiap 30 menit duduk, segera berdiri dan bergerak atau berjalan selama lima menit dengan langkah cepat untuk mengurangi risiko memburuknya kesehatan’.”

Kematian dini bukanlah satu-satunya dampak kesehatan negatif dari terlalu banyak duduk diam. Hal ini juga terkait dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan faktor risiko terkait penyakit kardiovaskular, termasuk obesitas dan indeks massa tubuh. Perilaku duduk diam juga membawa peningkatan risiko depresi dan masalah kesehatan mental lainnya.

Tubuh manusia dirancang alam untuk bergerak, sehingga masuk akal jika duduk berlebihan bisa secara perlahan menghancurkan tubuh dan pikiran kita. Pedoman kesehatan umum menunjukkan, dua setengah jam gerakan cepat, termasuk aktivitas terkait kardio, di samping dua hari latihan beban, bisa membantu mengurangi masalah di atas.

Gerakan normal sehari-hari bisa sedikit mencegah kerusakan tubuh akibat terlalu banyak diam. Memadukan gerakan normal dengan kardio, latihan kekuatan, yoga, dan mediasi (bersamaan dengan teknik regeneratif lainnya, seperti pelepasan myofascial dan Feldenkrais) bisa memberikan manfaat luas.

Diaz sadar satu nasehat yang sama tidak selalu berhasil untuk semua orang. Pada tingkat paling dasar, dia menyimpulkan, “Jika Anda memiliki pekerjaan atau gaya hidup harus duduk untuk waktu lama, saran terbaik yang bisa saya berikan adalah bergeraklah setiap setengah jam. Temuan kami menunjukkan, satu perubahan perilaku ini dapat mengurangi risiko kematian.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.