Keindahan Persahabatan Wartawan Senior dengan Sang Pelukis

Sore Bersama Iwan Jowono

MEPNews.id —– Suatu sore, Senin lalu, Hp saya beberapa kali berdering. Begitu saya angkat, tidak terdengar suara. Setelah itu di layar tampak gambar Iwan Jowono, seorang pelukis yang saya kenal. Kemudian hubungan pun tersambung. ” Pak Totok saat ini di rumah? Tidak ada acara ke luar rumah?” Tanya Iwan.
” Ya, Wan.Saya di rumah saja.Tidak kemana-mana,” jawab saya.
” Saya mau silaturahim ke rumah pak Totok,” kata pelukis itu.
” Silahkan. Saya tunggu,” kata saya.

FB_IMG_1505884794590 FB_IMG_1505884788733

Sore itu Iwan Jowono jadi ke rumah saya. Kami ngobrol di teras. Yang kami percakapjan dari soal keluarganya sampai soal lukisan. Maklum, karena ia seorang pelukis, dan saya bersama pak Amang Mawardi, dulu suka mengadakan pameran lukisan.

Saya dan Iwan sudah kenal cukup lama. Kami memang berbeda generasi. Bahkan, ayah Iwan itu teman masa kecil saya di kampung Tambak Arum. Namun, perbedaan generasi tidak membuat kami berjarak. Kami bisa menjalin persahabatan karena dipersatukan oleh satu kesamaan: menyukai lukisan.

Iwan juga mengenal istri saya. Begitu juga sebaliknya, istri juga mengenalnya. Beberapa tahun lalu, Iwan dan kawan pelukis lainnya, seperti Sugeng dan Muit Arza, datang ke rumah tengah malam, minta tolong saya untuk menulis kata pengantar di katalog pameran bersama mereka di Galeri Surabaya. Selain Iwan, saya juga bersahabat dengan para pelukis muda lainnya.

Sore itu saya juga bernostalgia. Saya bilang pada Iwan, di Tambak Arum, hanya dua orang pelukis yang saya kenal. Satu, seorang penjual daging lidah asin yang pandai melukis dengan membuat repro karya2 Basuki Abdullah, yang tidak kalah indahnya dibanding karya aslinya. Itu terjadi pada masa kecil saya di Tambak Arum tempo doeloe. Dua, pelukis Iwan Jowono, yang memiliki brand image sebagai pelukis kota-kota bernuansa masa lalu. Ini terjadi pada masa kini di Tambak Arum.Pelukis yang rendah hati ini hanya tersenyum mendengar ceritaku.

Iwan sendiri sebagai pelukis sudah sangat dikenal dalam blantika lukisan. Pembeli lukisannya sampai ke Singapura. Meski begitu, ia mengaku masih perlu banyak belajar. Padahal, sebenarnya ia salah seorang pelukus profesional dari Surabaya.

Selain melukis kota- kota dengan prefeksi teknis yang mengagumkan, ia juga melukis sebagai selingan ” lukisan Iwan yang lain” yang bernuansa mistis surealistik. Lukisan jenis ini ada yang pengerjaannya memakan waktu selama 5 tahun hanya untuk satu lukisan.Lukisan apa itu? Nanti akan saya ceritakan dalam kesempatan lain. Sebab, ini menyangkut pengalaman spritual pelukisnya.

Silaturahim antara saya dan Iwan sore itu diwarnai percakapan santai namun bermakna. Mudah2an bermanfaat bagi pengembangan karier melukisnya. Menjelang maghrib Iwan pamit pulang.*

Dalam gambar, saya dan Iwan Jowono serta karya- karya sudut-sudut kotanya (Totok Sonata)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.