Akreditidasi Susah Atau Mudah

Oleh Sholeha Yuliati,S.Ag

Istilah akreditasi sudah sering kita dengar baik disekolah formal maupun non formal, sekolah-sekolah yang telah terakreditasi bisa dipastikan akan terpampang tulisan “…………..telah terakreditasi A”. Bagaimana dengan prosesnya, susah atau mudah?.
Dari pertanyaan ini muncul beberapa opsi hasil testemoni Pelatihan Penyiapan Akreditasi Lembaga PAUD HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro ; dari 50 peserta mengatakan bahwa akreditasi itu susah, menakutkan, bikin stress, ruwet, dengan alasan ;
1. Belum memahami instrumen akreditasi, apa yang harus dilampirkan
2. Borang-borang yang disiapkan terlalu banyak,
3. Membutuhkan biaya yang tidak sedikit
4. Ketika visitasi asesornya galak, jlimet
5. Melihat contoh borang lembaga yang telah mengajukan akreditasi yang tebal mencapai 20 cm bila ditimbang 5 kg bikin “Wegah”.
6. Bagaimana harus akreditasi tempat aja masih numpang, otomatis kita tidak dapat memenuhi standart sarana prasarana.
7. Pendidikan non formal saja tuntutannya macam-macam, ada yang mau ngurusi lembaga saja sudah bersyukur
8. Pedidiknya saja tidak diakui pemerintah kenapa harus susah-susah akreditasi
Dari alasan yang diunggapkan tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menyiapkan Akreditasi lembaga, banyak yang perlu disiapkan biaya, tenaga, pikiran,waktu, apalagi bila lembaga tersebut belum memiliki dokumen sama sekali, tentu akan membuat stress, bingung, “ Mana yang harus disiapkan dulu”.daripada bingung akhirnya tidak mengajukan akreditasi, tidak peduli dengan aturan yang menyatakan bahwa “mulai tahun 2019 bagi lembaga yang belum terakreditasi tidak dapat mengakses bantuan dalam bentuk apapun”
“Ra entuk bantuan yo wis” (tidak dapat bantuan tidak jadi masalah), Kata salah satu peserta.
Pola pikir pengelola atau pendidik inilah yang perlu dirubah sehingga cita-cita memiliki lembaga yang berkualitas terwujud. “Kalau berkeinginan diakui oleh pemerintah atau siapapun itu tunjukkan dulu kita memang berkualitas dan ini adalah salah satu tanggung jawab himpaudi selaku agen penggerak PAUD berkualitas” kata ketua Himpaudi Kabupaten Bojonegoro disalah satu pertemuan pengurus.
Susah atau mudah dalam menyiapkan akreditasi perlu mengatur strategi, diantaranya ;
1. Tumbuhkan rasa cinta kepada istilah akreditasi, terima apa adanya seluruh intrumen akreditasi.
2. Mulailah memahami dari setiap standart 1-8
3. Pilihlah standart yang paling mudah untuk menyiapkan lampiran-lampirannya
4. Lihat kisi-kisi akreditasi
5. Belajarlah pada lembaga yang sudah berpengalaman tentang akreditasi
6. Petakan per standart dengan pendidik yang ada dilembaga
7. Lakukan dengan perasaan senang, hilangkan rasa terbebani akan akreditasi
8. Niatkan karena ibadah dengan prinsip
– “Allah tidak akan merubah suatu kaum bila kaum itu tidak merubahnya”, untuk memberikan penguatan kenapa di PP no 19 tanun 2017 pendidik non formal belum diakui oleh pemerintah.
– Yakin dengan janji Allah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.***

Facebook Comments

POST A COMMENT.