Perhatian yang Meningkatkan Hasil

agus harionoOleh: Agus Hariono

MEPNews.id – Kita mungkin pernah mengikuti lomba kampung sehat, lomba kebersihan sekolah, lomba rumah sehat, atau setidaknya pernah mendengar tentang lomba. Kita bisa membayangkan, apa yang dilakukan warga kampung, warga sekolah, atau anggota keluarga, manakala mereka tahu bahwa kampung, sekolah dan rumah mereka akan dinilai untuk mengikuti lomba tersebut? Pasti mereka melakukan hal-hal yang tidak biasa mereka lakukan.

Misalnya, sepanjang jalan kampung yang biasanya tidak pernah dibersihkan, kini menjadi bersih. Di sudut-sudut kampung yang biasanya kotor penuh sampah, kini menjadi rapi. Di depan setiap rumah mulai ditanami tanaman hijau-hijauan. Sekolah, yang biasanya kamar mandinya bau dan kotor, menjadi selalu bersih tidak bau. Biasanya di kamar mandi tidak ada sabun dan hanya ada gayung pecah, menjadi ada sabun dan gayung baru. Halaman sekolah biasanya hanya dua kali disapu, menjadi selalu terjaga dari sampah dan daun yang jatuh. Juga, rumah yang biasanya berserakan barang-barang dan perabot, menjadi rapi ditata di tempat masing-masing. Sudut-sudut ruangan diberi hiasan. Lantai rumah menjadi selalu bersih, karena sampah tidak diizinkan sedetik pun bersemayam. Yang jelas, semua akan merubah perilaku yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik dan bahkan sangat baik.

Terkait dengan kasus di atas, tentu kita masih ingat dengan teori ahli fisika Werner Heisenberg asal Jerman. Ia menerima Hadiah Nobel tahun 1932 atas karyanya mengenai ‘prinsip ketidakpastian.’

Prinsip ketidakpastian yang pertama menyatakan, fisika dan matematika dapat menentukan bagaimana sebuah pesentase molekul tertentu di dalam sistem akan bereaksi di bawah kondisi-kondisi tertentu. Tetapi, fisika maupun matematika tidak dapat memprediksi dengan tepat molekul mana yang bereaksi dengan cara khusus. Oleh karena itu, selalu ada ketidakpastian dalam tingkat yang tinggi dalam semua rumus matematika atau fisika, seakurat apa pun rumus itu.

Prinsip kedua adalah kesimpulan bahwa tindakan pengamatan terhadap aktivitas tertentu dalam sains bisa mengubah perspektif-perspektif para peneliti, dan menciptakan ketidakpastian mengenai apakah eksperimen itu benar-benar netral dan tidak bias.

Nampaknya kasus-kasus lomba di atas memiliki kecenderungan yang sama dengan prinsip ketidakpastian Heinsenberg. Kecenderungan kita adalah melakukan tindakan atau pekerjaan yang maksimal apabila ada yang mengawasi.

Sebagaimana contoh kasus di atas, mereka akan meningkatkan kinerja secara maksimal manakala tahu bahwa mereka merupakan orang-orang pilihan yang dipilih oleh otoritas untuk mengikuti kegiatan. Mereka pastinya akan merasakan bangga bahwa dirinya merupakan pilihan yang terbaik di antara yang baik-baik.

Eksperimen yang dilakukan di sebuah pabrik elektronik di Amerika Serikat menunjukkan, tindakan mengobservasi orang dalam melakukan pekerjaan mereka, dan dengan sepengetahuan mereka bahwa mereka sedang diobservasi, bisa mengubah performa, tingkah laku dan produktifitas mereka.

Saya sepakat dengan hasil observasi tersebut. Memang demikianlah kecenderungan kita; mencari kenyamanan dan tidak terlalu suka tantangan. Apalagi jika sudah memiliki posisi aman dan nyaman. Rasanya tidak perlu lagi meningkatkan kinerja. Tentu, kita bisa bayangkan orang-orang yang demikian itu. Pasti akan mengalami kemunduran bahkan kebangkrutan di masa datang.

Padahal, orang yang tidak mau meningkatkan produktifitas sama dengan orang yang tidak sadar dengan apa yang dilakukan. Orang yang lebih waspada dan sadar dengan apa yang mereka lakukan—dibanding orang yang hanya melakukan rutinitas—akan melaksanakan pekerjaan lebih baik dan lebih produktif serta bisa meminimalisir kesalahan.

Para atlet juara dunia menampilkan performa yang baik di hadapan ribuan penonton; semakin banyak penonton, semakin baik performa. Para entertainer bisa menampilkan performa sangat baik di depan para penonton. Mengapa demikian? Karena mereka menampilkan performa di depan observator yaitu penonton dan penggemar.

Bagitu juga dengan kita. Bagaimana caranya agar performa kita selalu meningkat dan lebih baik dari waktu ke waktu? Jadikan Tuhan sebagai observator yang selalu melihat kita, kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun.

Wallahu a’lam!

Facebook Comments

POST A COMMENT.