Terapi Gen dan Microbubble untuk Patah Tulang

MEPNews.id – Patah tulang itu penderitaan. Sakitnya luar biasa. Penyembuhannya tidak bisa sempurna. Untuk bayi atau anak kecil, tulangnya masih penuh zat perekat yang membantu pemulihan. Namun, jika penderitanya sudah usia dewasa atau lanjut usia, zat perekat ini sudah langka sehingga patah tulang tidak bisa sembuh sendiri dan seringkali dibutuhkan pengganti tulang untuk memperbaikinya.

Untungnya, para peneliti terus mengembangkan teknologi penyembuhan patah tulang. Salah satu teknik terbaru, seperti dikabarkan futurism.com edisi 4 September 2017, adalah mengisikan sel punca ke daerah patah lalu menyuntikkan campuran mikrobubbles dan DNA yang mengkodekan protein tulang patah. Metode ini bisa menggantikan pencangkokan tulang untuk kasus-kasus patah tulang non-healing.

Memperbaiki tulang tungkai yang patah setelah cedera serius, misalnya, dapat sangat menantang pakar bedah ortopedi paling terampil sekali pun. Terlalu banyak keropos tulang membuat pertumbuhan kembali tidak mungkin terjadi. Bahkan, patah tulang yang lebih kecil saja bisa membuat pertumbuhan tulang bermasalah jika pasien dalam keadaan kesehatan buruk atau pada usia lanjut.

patah tulang 2Jika terjadi jenis patah tulang non-healing semacam itu, cangkok tulang autologous menjadi standar perawatan. Cangkokan tulang ini biasanya mengambil sebagian segmen tulang sehat, biasanya dari panggul pasien, yang kemudian digunakan untuk ‘menjembatani’ bagian patah yang tidak bisa tumbuh tulang baru secara memadai. Masalahnya, cangkok tulang tidak selalu memungkinkan. Keberhasilannya tergantung pada kesehatan pasien dan tingkat kerusakan tulang yang patah.

Beberapa dokter beberapa tahun terakhir telah mencoba sesuatu yang baru: menggabungkan protein morfogenetik tulang (BMP) ke dalam implan tulang untuk meningkatkan penyembuhan. Meski demikian, ini juga bukan hal yang pasti.

Melalui berbagai penelitian, diketahui BMP bisa menghasilkan efek samping signifikan, antara lain pembentukan tulang di jaringan lunak dan resorpsi tulang. Efek samping ini mungkin terjadi karena BMP diberikan dalam dosis besar. Maka, para peneliti menghasilkan strategi baru: gunakan terapi gen untuk tidak memberikan protein itu sendiri namun memberikan gen yang mendasari pembentukan protein. Dengan cara ini, sel akan mendapatkan BMP pada tingkat fisiologis hanya di lokasi luka.

Namun, mendapatkan terapi gen ke sel yang tepat ternyata juga tidak selalu mudah. Gen biasanya diberikan dengan menggunakan vektor virus, dan ini memberi dampak masalah keselamatan tersendiri. Maka, para peneliti dalam hal ini, menggunakan mekanisme relatif baru sebagai gantinya, yakni: sonoporation.

Dalam sonoporation, ultrasound digunakan untuk menyebabkan microbubbles (berisi gas dengan kerak lipid) berosilasi dan menciptakan lubang-lubang kecil yang mudah diperbaiki di dalam sel. Lubang mungil ini memungkinkan DNA terapi gen masuk ke tempat yang tepat tanpa mempengaruhi daerah lain. Langkah selanjutnya adalah memastikan terapi gen ini menarget sel-sel yang benar. Tim peneliti menargetkan bentuk khusus sel punca yang bisa menjadi sel tulang dan menghasilkan BMPs secara tepat.

Para peneliti sudah menguji strategi baru itu pada tulang rawan babi yang patah. Hasilnya, teknik tersebut bisa menyembuhkan patah tulang babi setelah satu dosis pengobatan. Pertama-tama, peneliti memasukkan perancah kolagen yang bisa menarik sel punca. Selama dua minggu ke depan, mereka membiarkan perancah menarik sel punca yang cukup jumlahnya.

Selanjutnya, mereka menyuntikkan campuran mikrobubbles dan DNA yang mengkodekan BMP di lokasi patan tulang, dan menerapkan denyut ultrasuara. Tim kemudian menunggu selama delapan minggu setelah satu contoh terapi gen. hasilnya, patah tulang eksperimental bisa sembu, sementara fraktur pada tulang hewan kontrol hewan tidak sembuh.

Terapi inovatif ini bisa memperbaiki pemulihan jutaan penderita patah tulang di seluruh dunia. namun, percobaan terhadap manusia masih harus dilakukan sebelum orang tahu betul apakah rumah sakit harus menerapkan prosedur ini. Banyak komponennya menunjukkan harapan cukup bagi para ilmuwan untuk memanfaatkannya dalam eksperimen penyembuhan tulang yang serupa. Salah satu strategi penetapan patah tulang mencakup bentuk spesifik BPM dan yang lainnya. Terapi menggunakan sel induk untuk merevitalisasi pertumbuhan tulang.

 

Sumber: Science

Kredit gambar: Wira Bakti Bagus Kurniawan dan Gazit Group/Cedars-Sinai

Facebook Comments

POST A COMMENT.