Pengalaman Daris Fc Mengikuti Liga Santri Nusantara

(3 terakhir)

Oleh Masruri Abd Muhit

Keikutsertaan Daris Fc di lsn ini, sejak awal memang untuk sekedar ikut berpartisipasi, sekaligus mencari pengalaman bertanding dan tentu saja sekalian menjalin hubungan sosial dengan pesantren lain terutama yg berkecimpung dalam persepakbolaan.

Dari pengalaman dan pengamatan serta bersosialisasi selama mengikuti lsn regional III di Probolinggo tahun ini, kelihatannya persepakbolaan di kalangan santri pesantren masih jauh dari segi teknik ataupun profisionalismenya, atau bahkan dari segi semangat dan gaerah yg ada. Hal itu bisa dilihat dari rata rata performa peserta yg ada, maka ketika dua kesebelasan peserta yg kelihatan mempunyai teknik yg baik dan profesional yg kemudian setelah melalui proses protes ternyata ketahuan bukan murni dari klub pesantren dan akhirnya didiskualifikasikan.

Dari bincang bincang dengan beberapa oficial peserta, saya mengetahui bahwa banyak klub klub peserta itu pesantrennya tidak mempunyai lapangan sendiri, sehingga latihannya juga tidak rutin dan bahkan keberadaan klub mereka itu lebih karena keinginan dari inisiatif dan semangat para peserta itu sendiri. Atau dengan kata lain karena semangat dan inisiatif para peserta itulah yg menjadikan adanya kegiatan dan aktifitas serta klub sepak bola di pesantren itu.

Menurut saya ada baiknya kalau pesantren memiliki lapangan sepak bola tersendiri, dan ini mungkin baik sekali kalau dari kemenpora yg membantu pengadaannya, atau minimal ada program proyek diklat sepakbola seperti yg ada di ragunan yg ditempatkan pada pesantren tertentu yg peserta diklatnya diambil dari pesantren pesantren diantaranya melalui lsn seperti ini.

Saya kira ini akan baik, selain akan bisa dibentuk sebagai sarana menciptakan atlit atlit sepak bola yg handal secara teknik dan fisik, juga akan sangat baik mental dan relegiutasnya, dan ini insyaallah tidak terlalu mahal karena asrama pesantren dan kelengkapan yg lain sdh ada tersedia di pesantten.

Kembali pada nasib daris fc, kesebelasan sepak bola dari pesantren kita Darul Istiqomah Bondowoso di lsn regional III Jatim tahun ini, setelah panitia memutuskan untuk mendiskualifikasi dua kesebelasan yg diprotes, kembali melakoni pertandingan perempat final 8 besar melawan Al Yasini Fc Pasuruan, namun sayang harus menelan kekalahan lagi dengan sekor telak 0-3, sehingga gagal melaju ke babak semi final.

Alhamdulillah sekali lagi Daris Fc harus bersyukur bisa ikut berpartisipasi dan menimba pengalaman bahkan sampai ke babak delapan besar. Sungguh ini pengalaman yg baik dan berharga bisa bersosialisasi dengan bbrp pesantren khususnya yg bergabung dalam lsn regional III Jatim. Semoga ini menjadi pengalaman yg memberikan dorongan semangat bersepak bola bukan hanya untuk meraih prestasi tetapi lebih dari itu untuk misi berdakwah melalui sepak bola secara khusus dan olah raga secara umum. Semoga.

Daris, 28 Agustus 2017.

Facebook Comments

POST A COMMENT.