Terkena “Kleine-Levin Syndrome”, Gadis ini Tidur 20 Jam Sehari

MEPNews.id — Seseorang cenderung akan tidur lebih lama apabila sudah merasa sangat letih. Tapi apa jadinya bila waktu tidur yang lama itu berlangsung setiap hari? Apa yang salah dengan orang tersebut?

Kaitlyn Terrana adalah seorang gadis yang memiliki kondisi langka di mana dia tertidur hingga 20 jam sehari. Awalnya dokter yang memeriksa kondisi Kaitlyn mengira gadis ini mengalami depresi parah, sehingga selalu tidur hampir sepanjang hari. Kaitlyn lalu dibawa ke seorang ahli saraf untuk memastikan kondisinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ahli saraf mengatakan bahwa gadis berusia 22 tahun itu terkena Kleine-Levin Syndrome (KLS). KLS adalah sebuah kondisi neurologis langka yang ditandai dengan periode tidur berlebihan. Kondisi ini dikenal juga dengan Sleeping Beauty Syndrome yang membuat penderitanya menjadi lesu, apatis, dan tidak fokus.

Kaitlyn merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya saat dia berusia 15 tahun. Dia menjadi sering tidak fokus dan tertidur di dalam kelas. Guru-guru yang prihatin dengan kondisi Kaitlyn lalu menghubungi orangtuanya dan menyarankan agar Kaitlyn dibawa ke dokter karena sepertinya dia mengalami depresi.

Sebulan kemudian, kondisi Kaitlyn kembali seperti semula. Dia seolah merasa terbangun dan tidak bisa mengingat kondisi yang dialami sebelumnya.

“Aku merasa seperti ruang kosong dan ketika tersadar, aku merasa ketakutan karena tahu ada yang tidak beres,” ungkap Kaitlyn seperti yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (11/8/2017).

Setelah merasa terbangun, dia kembali mengunjungi dokter. Gadis asal Kanada itu kembali mengalami hal yang sama enam minggu kemudian. Dia akan tertidur selama 20 jam sehari yang berlangsung 10 hari.

“KLS telah merampas 100 hari hidupku. Terlebih obat-obatan yang diberikan dokter tidak ada yang berhasil. Hal itu telah membuat saya mulai kehilangan harapan. Aku mencoba untuk menerima nasib dan berpikir kondisi ini akan terus berlangsung seumur hidup,” tutur Kaitlyn.

Tidak sampai di situ, Kaitlyn harus rela kehilangan kontak dengan teman-temannya karena mereka menganggap Kaitlyn memalsukan sakitnya. Kaitlyn juga sempat menyerah terhadap keinginannya menjadi seorang dokter. Gadis itu menunda kuliahnya dan kembali bersekolah separuh waktu untuk mengejar ketertinggalan akibat penyakitnya.

Di saat usianya menginjak 18 tahun, Kaitlyn memutuskan untuk menandai perjuangannya sembuh dari KLS dengan tato bergambar Sleeping Beauty. Di bulan Maret tahun 2013, Kaitlyn mengalami sindrom terakhirnya. Lalu di tahun 2014, dia memberanikan diri mendaftarkan ke salah satu universitas.

“Aku memiliki KLS selama kurang lebih empat tahun. Sebenarnya aku berharap untuk bisa mengalahkannya lebih cepat. Tapi KLS telah mengubah hidupku dan membuat aku menjadi lebih kuat. Setelah semua yang terjadi, aku ingin menjadi yang terbaik dan meneruskan mimpi menjadi dokter. Aku juga berusaha mengelola stres yang lebih baik, berolahraga lebih banyak, dan memiliki kelompok persahabatan yang mendukung,” pungkas Kaitlyn.. ( Daily Mail)

Facebook Comments

POST A COMMENT.