Kurangi Stress Dengan Humor

MEPNews.id – Tagihan listrik meninggi? Bisnis susah karena menurunnya konsumen? Biaya sekolah tak lagi gratis? Begal muncul di mana-mana? Skandal pribadi berkembang berkepanjangan? Ya, hal-hal semacam ini bisa bikin stress. Tanda-tanda kena stress cukup khas; detak jantung meningkat, otot menegang, dan reaksi eksplosif terhadap hal yang sebenarnya remeh.

Melissa Matthews, dalam MedicalDaily edisi 14 Agustus 2017, menuliskan tidak mungkin menghindari semua situasi yang menguji kesabaran. Namun, Anda mungkin bisa mengurangi stres yang menyertai kejadian tak menyenangkan. Rahasianya, kata para ahli, terletak pada satu seni penting; menemukan sisi humornya.

Allen Klein, penulis buku The Healing Power of Humor, menyatakan tidak ada situasi yang sepenuhnya hanya membuat stress karena selalu ada celah untuk situasi lucu. “Kita sendiri lah yang menaruh makna di sana. Dalam pengalaman tersulit sekali pun, saya selalu bertanya pada diri sendiri, ‘Dapatkah saya menemukan sisi humor dalam hal ini?’ Belajar untuk melihat humor dalam sekejap bisa menurunkan stresnya.”

Dr Steven Sultanoff PhD, psikolog klinis dan profesor di University of Berkeley, menyatakan humor dan tawa itu tidak sama. “Humor adalah sesuatu yang memicu tawa. Tertawa adalah respons fisik. Memang banyak penelitian membuktikan tertawa dapat mengurangi efek depresi dan mengurangi tingkat stress. Namun, fokus pada sisi humor adalah titik awal terbaik. Mencari humornya bisa mengubah cara kita memikirkan, merasakan dan memproses situasi sulit.”

Orang-orang zaman sekarang umumnya merasa lebih stres daripada sebelumnya. Maka, strategi menghadapi stress dengan berfokus pada sisi humornya bisa menghasilkan perbedaan. Nah, berikut tips untuk mencerahkan situasi tegang dengan sedikit cahaya humor.

  • Temukan Mitra Humor

Punya teman yang cocok untuk berbagi humor? Teman yang bisa membuatmu tertawa atau yang bisa tertawa saat Anda melucu? Nah, jadikan ia dalam daftar terapi tawa saat Anda menghadapi kondisi yang bikin stress. “Coba kontak mitra humor Anda untuk berbagi sesuatu yang lucu,” saran Klein.

  • Break Dulu untuk Melucu

Banyak orang menyisihkan waktu untuk sekadar berjalan-jalan atau mencari spiritualitas atau break sejenak untuk membersihkan kepala dari stress. Sultanoff mengatakan, hal yang sama juga bisa dilakukan dengan break sejenak untuk mendapatkan humor. Maka, buka komputer dan nikmati video kucing lucu atau klip pendek komedi favorit. Atau, silakan sejenak cari situasi humoris lain untuk mengurangi stress.

  • Buat Visi Humor Sendiri

Sultanoff percaya, memadukan humor ke dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti mengebalkan diri melawan tekanan dunia. Saat Anda bisa mengubah perspektif, maka tekanan dari situasi tertentu akan sangat berkurang. Menurut Sultanoff, visi humor tidak lain adalah memikirkan hidup dengan sisi lucunya. Anda bisa memulai dengan cara mencatat apa-apa yang bisa menghibur Anda dan kemudian memasukkan lebih banyak hal-hal itu ke dalam hidup. Misalnya, kalau sering geli melihat fitur Hello Kitty, silakan bawa bonekanya saat menunggu antre beli tiket. Dengan melihat boneka Hello Kitty, Anda bisa mengurangi kejengkelan karena lama antre.

  • Temukan Pemicu Humor

Entah itu berupa suvenir, foto atau bahkan sekadar ungkapan kata, Sultanoff menyarankan Anda memiliki sesautu yang memicu memori lucu. “Jika sebuah kata dikaitkan dengan memori tertentu, itu akan menggelitik Anda dari dalam,” kata Sultanoff. Klein, setiap kali butuh tertawa, segera memandangi foto putrinya yang wajahnya baru dilempar kue krim untuk pesta ulang tahun.

  • Namun, Tetap Hati-hati dan Bijak

Tidak setiap kondisi bisa dihadapi dengan tawa. Dr Susanne Cooperman PhD profesor psikologi di New York University, mengatakan bercanda saat ada perselisihan terkait perkawinan mungkin malah merugikan. Karena itu, humor perlu dilakukan dengan hati-hati. “Rumitnya, humor itu bisa meledak dengan cepat dan tak terkendali,” dia mengingatkan.

Sultanoff juga mencatat bahwa humor bisa mengganggu. “Yang penting, Anda paham situasinya. Dalam situasi tak tepat, humor justru bisa meningkatkan ketegangan. Jika sedang marah, dan mencoba mengkomunikasikan sesuatu pada seseorang, maka sisi humor agak susah diselipkan karena membuat orang itu makin tidak paham. Akan lebih baik jika berhumor dilakukan setelah sisi paling tegang sudah berlalu.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.