Oral Exam, Siapa Takut?

agus harionoOleh: Agus Hariono

MEPNews.id – Dalam mempelajari bahasa, ada empat kecakapan yang harus dikuasai; membaca, berbicara, mendengarkan dan menulis. Empat kecakapan ini tidak boleh luput salah satunya. Hanya belajar berbicara dan membaca, bakal lemah dalam belajar mendengarkan dan menulis. Belajar membaca dan menulis saja, tidak membuat belajar mendengarkan dan berbicara jadi bagus. Intinya, belajar bahasa harus lengkap yakni empat kecakapan itu.

Saat menuliskan ini, saya bersama teman-teman sedang belajar Bahasa Inggris di BEC Pare Jawa Timur. Sebagai seorang yang sedang belajar bahasa Inggris, kita tentu harus sadar sedang belajar bahasa. Maka, tidak boleh hanya cinta dengan satu kecakapan. Misalnya, hanya cinta pada kecakapan membaca sehingga yang kami pelajari membaca saja dan tidak belajar yang lain. Jika demikian, saat mendapat ujian tentang kecakapan yang lain, maka bisa jadi alergi bahkan ogah-ogahan.

Kesadaran inilah yang pertama harus dilakukan agar dalam belajar kita bisa seimbangkan antara membaca, berbicara, mendengarkan dan menulis. Nantinya keempat kecakapan ini benar-benar dikuasai dan dibawa pulang.

Namun demikian, masih ada saja di antara kita yang alergi dengan satu kecakapan. Bahkan, ada yang mendoktrin pikiran sendiri bahwa materi tersebut sulit, dan tidak mungkin bisa kita pelajari. Nah, doktrin semacam itu bisa benar-benar terjadi pada diri kita.

Misalnya saja, oral exam (ujian lisan). Ujian ini memang tidak biasa dipelajari sebelumnya. Ketika saya di sekolah dulu, paling pucuk ujian hanya sampai listening. Kalau pun ada ujian lisan, itu ketika di jenjang akhir atau kenaikan kelas. Ini membuat oral exam menjadi pelajaran yang agak asing. Maka, perlu pembiasaan agar terbiasa dengan oral exam.

Oral exam menjadi salah satu ujian yang membuat kita mati kutu di depan penguji. Kita merasa bahwa sudah menguasai materi yang hendak diujikan. Bahkan, ketika mendengar teman sedang diuji, kita bisa menjawab pertanyaan tersebut. Tapi, giliran pendapat pertanyaan, kita tiba-tiba kebingungan mencari jawabannya.

Meski berat, oral exam ternyata memberikan manfaat besar. Dua kecakapan diuji dalam oral exam tersebut, yakni kecakapan listening dan speaking. Dua kecakapan ini sering dipraktikkan ketika kita nanti bekerja atau kuliah di luar negeri.

Maka, tidak ada yang perlu ditakuti ketika oral exam. Ini sama dengan exam lainnya. Mungkin kita hanya perlu membiasakan diri kita agar terbiasa dengan pertanyaan lisan dan menjawab lisan. Oleh karena itu, pada saat bersamaan, berlatih speaking juga sangat penting.

Tidak ada yang sulit kalau kita menganggapnya mudah. Sebalik tidak ada yang mudah kalau kita menganggapnya sulit. Sehingga anggapan kita perlu diluruskan agar kita tidak menganggap bahwa oral exam ini menjadi ujian yang sulit. Selain anggapan yang perlu diluruskan kita perlu mengimbanginya dengan sering berlatih speaking dengan teman-teman. Kalau perlu mewajibkan diri speak English every time and everywhere.

Wallahu a’lam

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.