Mahasiswa Tawarkan Program Pengabdian Masyarakat di Ujung Madura

MEPNews.id- Sebanyak 25 mahasiswa Universitas Airlangga siap mengabdi di ujung Jawa Timur, Pulau Masakambing. Mereka adalah peserta program “Ekspedisi Nusantara Jaya” atau ENJ yang akan mulai belajar bersama masyarakat selama pada 25 September mendatang.

Program ini merupakan kegiatan yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Kegiatan yang telah diselenggarakan kali ketiga sejak tahun 2015 merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Melalui program ini, para pemuda dan mahasiswa diajak untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat di pulau-pulau terdepan dan terpencil di seluruh wilayah Indonesia.

Koordinator ENJ UNAIR yang juga mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Anca Laika, mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya siap mengabdikan diri kepada warga di Pulau Masakambing yang terletak di Kabupaten Sumenep.

“Kami siap berlayar kembali untuk melakukan pengabdian masyarakat di pulau 3T (terdepan, terluar, tertinggal) di Jawa Timur,” tutur Anca.

Tawarkan program

Untuk menjadi peserta ENJ 2017, mahasiswa wajib mengikuti rangkaian seleksi yang telah ditentukan. Salah satu penilaian yang jadi penentu kelolosan adalah pengalaman kegiatan sosial yang pernah dilakukan mahasiswa.

“Memang salah satu poin penilaiannya adalah kegiatan sosial yang pernah dilakukan mahasiwa. Tujuannya biar ketika terjun ke lapangan nggak kaget sama situasinya. Terkadang situasi di lapangan berbeda dengan apa yang dipikirkan,” tutur  M. Sholahuddin Al Ayyubi, salah satu tim penyeleksi perwakilan dari Perintis Nusantara Jaya Jawa Timur.

Setelah melewati rangkaian proses seleksi, mahasiswa yang terdiri dari berbagai fakultas akan berangkat ke Pulau Masakambing dan melakukan pengabdian selama 21 hari. Wilayah penerjunan juga ditentukan sendiri oleh kelompok.

Anca berpendapat, pemilihan lokasi penerjunan didasari oleh pengalamannya selama mengikuti program ENJ tahun 2016. Ia melihat kondisi masyarakat Masakambing masih perlu diberdayakan.

“Masih sangat kekurangan dalam segala segi kehidupan. Fasilitas pendidikan yang minim, di sana semuanya madrasah. Di Pulau Masakambing juga tidak ada puskesmas, adanya polindes. Dari segi ekonomi, penduduk bekerja sebagai nelayan dan jadi TKW di Malaysia. Kami ingin membenahi sedikit demi sedikit agar kondisi di sana layak,” jelas Anca.

Ada banyak program yang akan dilakukan oleh mahasiswa peserta ENJ tahun 2017. Di bidang pendidikan, salah satunya, mereka juga akan mendirikan taman bacaan di wilayah setempat. Menurut Anca, keterbatasan media elektronik seperti televisi membuat minat baca anak-anak cukup tinggi. Sayangnya, tingginya minat itu tak didukung dengan fasilitas memadai.

“Di sana (Masakambing) anak-anak memiliki minat baca yang tinggi tetapi nggak ada buku untuk dibaca. Makanya, kita ingin membuat rumah baca yang nantinya akan kita letakan di dermaga Masakambing,” tutur Anca yang juga mahasiswa FKM tahun angkatan 2015.

Di bidang lainnya, warga setempat akan dilibatkan untuk mengolah sampah organik, mengikuti penyuluhan tentang demam berdarah, menanam mangrove dan sayur dalam pot.

“Ada banyak program yang akan kita eksekusi di sana guna membangun serta memberdayakan masyarakat Masakambing. Jadi, kami sangat berharap agar teman-teman mahasiswa maupun alumni turut serta membantu dan mendukung program-program kerja kami. Aktivitas kami bisa disimak melalui akun Instagram di @enjunair2017,” pungkasnya.

Facebook Comments

POST A COMMENT.