Cak Nun Ajak Ribuan Anak Muda Berdoa Agar Pemimpin Negeri Menyadari Kesalahannya

MEPNews.id —  Setelah ribuan kali mengkritik dengan ragam bahasa dan cara. Malam ini, Rabu (19/7) di Surabaya dan dihadapan ribuan jamaah maiyah yang memadati sepanjang jalan Imam Bonjol Surabaya, Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) mengawali acara dengan mengajak untuk keselamatan bangsa dan berdoa  agar para pemimpin negeri ini menyadari kesalahnnya.

“Ya Allah sudah terlalu banyak kesalahan kami,  ummatMu, terlalu banyak pemimpin kami tidak menyadari kesalahan langkahnya. Maka hanya kepadaMu kami mengadu.”

Ribuan jamaah dengan khusu’ mengamini. Bahkan tampak beberapa jamaah berkaca kaca. Menutup matanya ketika Cak Nun dengan khusu’ berdoa.

Itulah suasana awal acara “Halal bi Halal Arek Suroboyo” yang diselenggarakan oleh Yayasan Kalimosodo pimpinan Sigit Haryo Wibowo.

“Saya juga mendoakan kalianlah anak muda yang 10 hingga 20 tahun mendatang memimpin negeri ini dengan keseimbangan. Karena pemimpin sekarang tidak paham keseimbangan,” tegas Cak Nun.

Lebih jauh Cak Nun mencontohkan kesalahan para pemimpin memaknai keragaman.
Apakah Jawa itu Indonesia ? apakah Batak itu Indonesia ? Apakah Islam itu Indonesia ? Apakah Kristen Indonesia ?

IMG-20170719-WA0047

“Para pemimpin negeri ini menjawab. Indonesia adalah Indonesia. Jawa ya jawa bukan Indonesia, Islam ya Islam bukan Indonesia. Kristen ya Kristen bukan Indonesia. Inilah cara berpikir salah yang terus dikembangkan,”tegas Cak Nun.

“Seharusnya, Jawa adalah Indonesia. Islam adalah Indonesia, Kristen adalah Indonesia. Kita semua semua adalah Indonesia. Dengan Cara ini, tidak akan melahirkan ketidakadilan.”(dk/wwa)

Foto : DK/MEPNews.id

Facebook Comments

POST A COMMENT.