FDS Mengawal Karakter Menuju Sekolah Berbasis Masyarakat

yazid marieOleh: M. Yazid Mar’i

MEPNews.id – Terjadinya degradasi moral yang mengarah pada menurunya nilai-nilai budaya dan agama cukup terasa di kalangan orang tua di kota-kota besar. Sekarang, kondisi ini merambah ke pelosok desa, dan masuk hingga ke rumah-rumah bahkan ke kamar anak-anak kita, akibat ekses negatif dari berkembangnya teknologi informasi yang kian tak terbendung.

Full day school (FDS) belum lama digelindingkan Menteri Pendidikan sebagai alternatif penyelesaian terhadap persoalan degradasi ahlak bangsa. Namun, gagasan itu melahirkan sejumlah kontra dan penolakan di sebagian besar masyarakat. Alasannya, FDS dapat mematikan madin di lembaga pendidikan formal yang selama ini telah menjamur.

Padahal, bila kita mau menyadari dan melihat dengan kaca mata lebih mendalam, berapa banyak anak-anak SD dan SMP, lebih lagi SMA, yang masih mau mengaji di madin? Tentu jawabnya masih sangat minim prosentasenya.

Solusi yang barangkali dapat menjadi penengah tanpa harus membenturkan niat yang sama-sama baik adalah melalui pendidikan berbasis masyarakat. Pendidikan model ini pengelolaanya bekerjasama dengan kondisi dan budaya masyarakat tempat pendidikan berada. Dengan cara dibangun kerjasama pendidikan yang bersinergi dengan madin.

Lembaga pendidikan SD mewajibkan siswanya meneruskan belajar di madin yang ada di masyarakat sekitar. Belajar di madin bertujuan pembentukan karakter berbasis agama. Sementara, SD melakukan evaluasi perkembangan melalui format penilaian yang disediakan oleh lembaga masing-masing. Demikian pula SMP, dapat dilakukan hal sama.

Dengan begitu, full day school di sekolah bisa berjalan dan madin di masyarakat juga berkembang. Itu karena semua siswa SD dan SMP meneruskan belajar di madin.

Bagi madin yang selama ini baru memiliki tingkat ula, dengan diwajibkannya siswa SMP mengaji maka madin dapat mulai merintis tingkat wusto. Sementara, pada hari Sabtu, sekolah dapat bekerjasama dengan madin dalam hal keterampilan dan skill, antara lain hadrah, qiroah atau lainnya.

Jadi, full day school mengapa harus diperdebatkan? Full day school sebenarnya bisa mengawal karakter dan ahlak anak-anak kita. Melalui karakter berbasis nilai agama, dengan kolaborasi dan kerjasama pendidikan sekolah dan madin, merupakan implementasi pendidikan berbasis masyarakat. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.