Kiddle Bentengi Anak dari Konten Bahaya di Internet

MEPNews.id – Anak-anak sekarang umumnya cukup canggih dengan teknologi informasi. Dengan memanfaatkan searching engine, mereka dengan mudah bisa mendapatkan informasi apa saja. Bukan hanya lewat komputer besar di sekolah atau di rumah. Di genggaman tangan mereka sudah ada smartphone yang connect ke jagad maya.

Sayangnya, searching engine yang populer saat ini melayani siapa saja. Di jagad maya internet, boleh dikata semua informasi ada. Tinggal unggah atau unduh. Nah, sebagian konten di jagad maya ini mungkin tidak sesuai untuk pikiran polos anak-anak. Jika terlalu sering terpapar konten semacam itu, anak-anak akan mudah terpengaruhi.

Tentu saja, saat anak-anak mencari informasi, yang paling aman adalah dengan bimbingan orang tua atau guru. Orang-orang dewasa yang bijak akan bisa mengarahkan anak-anak untuk mencari informasi yang baik dan sesuai. Masalahnya, keberadaan orang tua atau guru tidak selalu selaras dengan keberadaan gadget di tangan anak.

Para developer program menyadari hal ini. Sebagai wujud tanggung jawab, mereka mengembangan searching engine yang aman untuk anak-anak. Searching engine ini memblokir konten yang tidak pantas untuk dilihat. Antara lain; seksualitas, kekerasan, kata-kata kotor, dan sejenisnya. Masalahnya, standar kepantasan itu berbeda di antara budaya. Juga, filternya bergantung pada bahasa yang berbeda.

Kiddle di www.kiddle.co diberdayakan oleh Google Safe Search. Situs-situs yang muncul di hasil pencarian Kiddle umumnya sudah memenuhi persyaratan ‘ramah-keluarga’. Searching engine ini menyaring situs-situs dengan konten yang terang-terangan atau tersembunyi berisi informasi rawan. Informasi tertentu bahkan hasil pilihan para editor di Kiddle.

Hasil pencarian gambar ditampilkan dengan thumbnails besar untuk mempermudah anak-anak menyeleksi informasi. Begitu juga dengan font huruf Arial besar agar anak enak membaca. Hasil keempat dan tujuh pencarian berisi konten yang ditulis menggunakan bahasa sederhana sehingga anak-anak memahami apa yang sedang mereka cari.

Jika menuliskan kata-kata semacam ‘sex’, atau ‘bloody killing’, atau ‘violence’, maka Kiddle memberi peringatan bahwa hal yang dicari tidak bisa diproses. Peringatannya berbunyi antara lain, “Oops, looks like your query contained some bad words. Please try again!” atau “Oops, try again!

Namun, jika menuliskan kata-kata tak pantas anak-anak dalam Bahasa Indonesia atau bahasa daerah, ada kemungkinan muncul informasi. Kemungkinan lain, muncul informasi yang tidak menjurus ke kata-kata itu. Beberapa kata khas sepertinya belum tersaring sepenuhnya oleh tim editor Kiddle.

Yang juga mungkin lolos edit adalah kata-kata tentang selebriti terkenal. Info tentang selebriti itu muncul, kadang beserta gambar-gambar yang mungkin tidak cocok untuk anak-anak.

Selain Kiddle, ada sejumlah searching engine yang ramah anak atau yang membantu anak mempermudah pencarian. Antara lain; Boolify bagi anak yang belum sepenuhnya memahami penggunaan operator Boolean. Boolify menyediakan operator sebagai potongan gambar warna-warni, dan anak tinggal menyeretnya ke papan tengah untuk melakukan pencarian.

Quintura for Kids yang didukung Yahoo memberi cara pencarian yang lebih visual dengan menggunakan kata kunci cloud. Quintura menampilkan lima hasil per halaman. KidRex adalah mesin pencari Google ubahsuaian untuk anak-anak. Ask kid adalah mesin pencari yang diperkuat Ask.com. Halaman pencarian menyerupai buku catatan sekolah.

KidsClick bukan filter internet, namun direktori sumber yang bagus berisi daftar 600+ subjek yang kuat bagi anak untuk mencari informasi atau tugas sekolah. Yahoo Kids adalah pintu masuk ke direktori situs web dan URL Yahoo secara eksklusif untuk anak-anak.

Meski makin banyak alat bantu pengaman anak dari situs bahaya di jagad maya, peran orang tua tak tergantikan. Meski searching engine bisa membantu, namun orang tua harus tetap mengarahkan anak untuk ber-Internet dengan aman.

Facebook Comments

POST A COMMENT.