RAMADHAN Bulan Pembakar Dosa

MEPNews.id — Istilah dosa dan tobat hanya terjadi pada mahluk manusia. Hal ini karena manusia merupakan mahluk yang memiliki dua sisi kekuatan yang masing-masing saling tarik-menarik  untuk berebut pengaruh, yaitu kekuatan baik dan buruk (kekuatan hati dan nafsu). Keunikan manusia ini sebagaimana dinyatakan oleh M. Curaish Shihab dalam Wawasan alqur’an, menurutnya:  “Manusia sebagai mahluk justru lebih sulit  memahami dirinya daripada memahami mahluk lain (hewan dan timbuhan serta mahluk lain), walaupun manusia telah berusaha keras, namun seorang manusia  hanya mampu memahami manusia dari sedikit seginya, dan tidak mengetahuinya secara  utuh”. Alqur’an menyebut manusia sebagai penciptaan yang terbaik, namun karena dirinya jugalah penciptaan terbaik akan turun derajatnya ke serendah-rendahnya. Sebagaimana dinyatakan oleh Allah dalam surat At Tiin ayat ayat 3-5 yang artinya: “Sungguh Kami (Allah) telah menjadikan manusia dalam penciptaan  terbaik, kemudian Kami turunkan derajatnya ke derajat terendah, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh..”.

Ayat ini menggambarkan manusia memiliki potensi baik dan potensi buruk. Potensi baik akan membawa manusia pada ketaatan, sedangkan potensi jahat akan membawa manusia kepada pengingkaran “dosa”.

Namun sesungguhnya secara naluriah manusia hakekatnya cendrung kepada sesuatu yang baik, bersifat baik, dan kebaikan, karenanya dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengenal istilah “tanyakan pada hati nurani”. Tentang sisi positif manusia, Murtadho Muthahari dalam bukunya “perspektif  A l qur’an tentang manusia dan agama” menyebut sisi positif manusia, yaitu: 1) Manusia sebagai kholifah Tuhan di bumi, 2) Manusia memiliki kapasitas intelegensi yang lebih tinggi dibanding mahluk lainya, 3) Manusia memiliki kecendrungan untuk dekat dengan Allah, dan kehadiran Tuha dalam dirinya, 4) Secara fitrah manusia memiliki sekumpulan unsur kebaikan yang luhur yang berbeda dengan unsure badani, 5) Penciptaan manusia telah diperhitungkan dengan benar-benar secara teliti, dan bukan suatu kebetulan, 6) manusia bersifat bebas dan merdeka, 7) Manusia dikaruniai pembawaan yang mulia dan bermartabat, 8) Manusia memiliki kesadaran moral, 9) Jiwa manusia tidak akan damai kecuali dengan mengingat Allah, 10) Segala hal yang ada dunia disediakan untuk manusia, dan 11) Manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan dan tunduk patuh sebagai tanggung jawab utama.

Karena terdapat dua tarikan yang berbeda (baik-buruk), menggambarkan bahwa penciptaan manusia sangatlah berbeda dengan mahluk lain. Pada mahluk lain terdapat mekanisme control yang bekerja secara otomatis yang memperbaiki atau mengganti kerusakan yang terjadi, sedangkan pada manusia tidak terdapat mekanisme control yang bekerja secara otomatis, karena itu manusia harus selalu awas dengan hasil ciptaanya, dengan mengontrolnya secara terus menerus agar tidak mencelakakan dirinya, karena kelalaiannya akan berakibat fatal.

Dan ketika kita terlanjur atau tanpa sengaja melakukan dosa dan kemaksiatan, maka Allah telah memerintahkan kita untuk bersegera meminta ampun dan bertaubat atas dosa yang telah kita lakukan. Demikian pula ketika kita bersalah kepada manusia lain, maka Allahpun memerintahkan agar segera meminta maaf. Masihkan kita akan menunggu, sementara kita tak pernah tahu kapan Allah akan menjemput kita, dan nyawapun telah terlepas dari raga?

Allah memberikan karunianya dengan satu bulan dari dua belas bulan yaitu Ramadhan. Para ulama membagi Ramadhan membagi 3 periode. Pereode awal, 10 hari pertama menyebut sebagai pereode rohmat. Pereode dimana Allah memberikan rahmat yang luar biasa kepada umat islam yaitu pintu-pintu surge dibuka, ditutup pintu-pintu neraka, dan syetan dibelenggu oleh Allah. Karenanya umat islam merasa sangat ringan untuk melakukan amalan-amalan yang diridloinya. Pereode tengah, 10 hari kedua disebut sebagai periode maghfiroh (ampunan), dimana Allah memberikan kesempatan kepada hambanya yang berpuasa untuk memohon ampun atas dosa dan kesalahan yang dilakukan selama 11 bulan yang berlalu. Allah membakar dosa-dosa hambanya hingga mengarang tak tersisa. Dari kedua pereode ini, umat islam akan melalui pereode ketiga, 10 hari yang terakhir, pereode penjahuan dari siksa api neraka. Setelah amalan ibadah yang dikumpulkan serta permohonan ampun yang hajatkan. Maka kembalilah manusia muslim yang melakukan puasa menjadi fitri (suci) laksana bayi yang baru lahir dari rahim ibunya, seperti awal ia diciptakaanya. (M.Yazid)

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.