Teknologi Magnet Mudahkan Akses Darah Pasien Hemodialisis

MEPNews.id – Bagi penderita gagal ginjal, terutama yang sudah akut, hemodialisis menjadi cara sangat signifikan untuk bertahan hidup. Saat menjalani hemodialisis, zat-zat racun dan sampah di darah dibersihkan melalui proses penyaringan di luar tubuh. Proses yang seharusnya dilakukan oleh ginjal ini digantikan oleh mesin dialisis.

Karena harus rutin cuci darah melalui mesin dalam periode waktu tertentu, akses langsung ke darah menjadi sangat penting. Nah, sekarang ditemukan sistem baru invasif minimal menggunakan energi frekuensi radio untuk membuat akses yang dapat diandalkan dan minim komplikasi. Dengan frekuensi radio dari magnet ini, pasien tidak harus menjalani operasi terbuka.

Data yang dipublikasikan di American Journal of Kidney Disease dan dikutip eurekalert.org edisi 14 Juni 2017 menunjukkan, teknologi baru endovaskular berbasis magnet ini sangat efektif. Penelitian prospektif terhadap 80 pasien pre-dialisis dan dialisis dari sembilan pusat perawatan di Kanada, Australia dan Selandia Baru selama satu tahun menunjukkan, fistula arteriovenosa (AV-fistula), yakni jenis akses vaskular yang direkomendasikan bagi pasien untuk terhubung ke mesin hemodialisis, berhasil diciptakan 98% dari semua kasus, dengan 87% secara fisiologis cocok untuk dialisis dalam tiga bulan.

Mengenai komplikasi sistem ini, hanya 1,8% AV-fistula mengalami trombosis atau gumpalan dalam tiga bulan dan hanya 10,5% dalam 12 bulan. Hasil ini lebih rendah daripada AV-fistula yang dibuat lewat operasi terbuka. Pembuatan tradisional AV-fistula dengan operasi terbuka menghasilkan 14-26% pembekuan dalam 12 bulan. Selain itu, teknik lama sering membutuhkan dua sampai tiga kali prosedur bedah tambahan sebelum AV- fistula siap digunakan. Sementara, AV- fistula yang dibuat teknologi baru ini membutuhkan lebih sedikit prosedur tambahan.

Hasil studi berjudul, ‘Endovascular Proximal Forearm Arteriovenous Fistula for Hemodialysis Access: Results of the prospective, multicenter Novel Endovascular Access Trial (NEAT)’ ini diterbitkan online di American Journal of Kidney Disease, 14 Juni 2017. Salah satu penggerak penelitian adalah Dr. Charmaine Lok, Direktur Medis Penyakit Ginjal Kronik dan Program Hemodialisis di Rumah Sakit Umum Toronto (Kanada), University Health Network. Ia spesialis akses hemodialisis yang terkenal secara internasional.

“Pasien ginjal kronis saat ini belum memiliki pilihan invasif minimal bagi dibuatnya AV- fistula. Ini memberi hambatan signifikan bagi pasien untuk mendapatkan AV- fistula yang merupakan akses utama untuk hemodialisis. Pasien kadang menolak pembuatan AV-fistula karena tidak ingin menjalani operasi terbuka. Maka, teknologi ini bisa memberikan pilihan lain bagi pasien,” kata Dr. Lok, yang juga ilmuwan senior di Toronto General Hospital Research Institute.

Saat ini, AV-fistula dibuat melalui sayatan bedah di lengan untuk mengekspos dan mengakses arteri dan vena, yang kemudian dipotong dan dijahit bersama. Vena jadi tumbuh lebih besar dan lebih kuat (bisa disebut sebagai AV-fistula) selama enam sampai 12 minggu. Fistula AV yang diperkuat, yang kadang bisa bertahan selama beberapa dekade, dapat digunakan untuk perawatan hemodialisis reguler.

Dr Lok mencatat, penggunaan AV-fistula masih rendah di banyak wilayah di seluruh dunia. Bedah tradisional AV-fistula memerlukan waktu tunggu lama, anestesi umum, dan penilaian pra-operasi.

Berbeda dengan bedah biasa, studi klinis NEAT menguji teknik baru untuk menciptakan AV-fistula tanpa harus operasi terbuka. Dengan menggunakan everlinQ endoAVF System oleh TVA Medical, maka kateter magnetik fleksibel dimasukkan ke dalam pembuluh arteri dan pembuluh vena di lengan pasien. Saluran-saluran darah itu kemudian digabung bersama oleh magnet. Semburan energi radiofrequency kecil, yang diberikan melalui kateter, kemudian digunakan untuk membuat hubungan antara arteri dan vena untuk menciptakan AV-fistula. Kateter ini kemudian bisa dicabut nyaris tanpa bekas luka operasi. Prosedur penelitian ini dilakukan pada pasien rawat jalan yang tidak memerlukan anestesi umum.

Dr. Dheeraj Rajan, yang juga peneliti utama dalam riset ini sekaligus pakar radiologi vaskular/intervensi di Joint Department of Medical Imaging di University Health Network, mengawasi prosedur intervensi untuk semua rumah sakit umum di Toronto dan di pusat studi pasien lainnya.

Kata Dr Rajan, “Teknologi baru ini bermanfaat bagi pasien hemodialisis. Sekarang kita dapat mengakses pembuluh darah vena dan arteri dengan lebih mudah. Tanpa teknologi ini, pembuluh darah tidak mudah diakses tanpa operasi. Sekarang, kami dapat melakukan ini dengan cara lebih aman, lebih cepat, dan lebih mudah dilakukan, sehingga lebih nyaman bagi pasien.”

EverlinQ endoAVF System ini juga sudah disetujui untuk digunakan di Kanada dan Eropa. Novel Endovascular Access Trial (NEAT) didukung personil terkemuka dari Heart and Stroke Foundation dan TVA Medical. Dr Rajan sendiri salah satu pemilik saham TVA Medical. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.