Menurut Riset, Video Game Tingkatkan Prestasi Akademik

MEPNews.id – Bermain video game bisa membantu kaum muda mengembangkan kemampuan berfikir, berkomunikasi dan beradaptasi mental yang dibutuhkan untuk sukses di pendidikan tinggi. Lho, koq bisa? Ya bisa karena ada buktinya!

Universitas Glasgow di Inggris melakukan penelitian untuk menilai efek video game terhadap anak muda. Situs resmi gla.ac.uk edisi 5 Jun 2017 mengabarkan, penelitian ini menyimpulkan bermain video game dapat membantu kaum muda mengembangkan keterampilan-ketrampilan pendidikan tinggi yang biasa disebut ‘atribut lulusan’.

Penelitian oleh Matthew Barr, dosen Studi Informasi, menunjukkan bermain video game benar-benar bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berfikir, dan kemampuan beradaptasi. Kemampuan-kemampuan ini memiliki peran besar dalam pendidikan tinggi.

Dalam periode delapan minggu penelitian, mahasiswa strata sarjana bidang Seni dan Humaniora secara acak ditugasi sebagai kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Peneliti memberi kedua kelompok itu instrumen laporan sendiri untuk mengukur kemampuan beradaptasi, berfikir dan berkomunikasi. Kemudian, laporan itu divalidasi agar menjadi data ilmiah.

Kelompok intervensi memainkan video game tertentu dalam kondisi terkontrol selama delapan minggu, kelompok control dibebaskan melakukan semaunya. Hasilnya, kelompok intervensi menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, dan berfikir, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Ini mendukung hipotesis bahwa bermain video game dapat memperbaiki kemampuan yang terkait akademik.

Mengomentari hasil penelitian itu, Barr menelaskan, “Atribut lulusan adalah keterampilan generik antara lain pemecahan masalah, komunikasi, berfikir atau kemampuan beradaptasi yang dianggap sebagai ketrampilan yang diinginkan sebagai lulusan sarjana. Ketrampilan ini terkait dengan kecakapan kerja.”

Ia mengungkapkan, “Temuan kami menunjukkan intervensi pembelajaran berbasis-game semacam ini memiliki peran dalam pendidikan tinggi. Mengapa? Video game modern sering mengharuskan pemain cepat beradaptasi dan banyak akal, serta menemukan banyak cara untuk menyelesaikan tugas. Game umumnya dirancang untuk mendorong pemikiran kritis dan pembelajaran reflektif. Ini biasa disebut sebagai atribut yang diinginkan pada lulusan sarjana.”

Penelitian ini bertujuan mengukur dampak bermain video game komersial terhadap pencapaian atribut tertentu lulusan. Game yang digunakan dalam penelitian ini semuanya komersial; yang dirancang semata untuk tujuan hiburan dan bukan tujuan mengembangkan keterampilan tertentu pemain. Game itu antara lain Borderlands 2; Minecraft; Portal 2; Lara Croft and the Guardian of Light; Warcraft III: Reign of Chaos; Team Fortress 2; Gone Home and Papers, Please.

Laboratorium game dioperasikan secara drop-in, terbuka bagi siswa untuk datang dan bermain game yang ditentukan antara jam 9 pagi sampai 5 sore setiap Selasa, Rabu dan Jumat. Peserta diminta log in 120 menit di kebanyakan game. Siswa diberi kebebasan manajemen waktunya sendiri.

“Penelitian saya mungkin sesuatu yang setiap orang tua atau, beberapa orang, mungkin tidak bisa menerimanya,” tambah Barr. “Namun, penelitian ini menunjukkan bermain video game komersial dapat memiliki efek positif pada kemampuan komunikasi, kemampuan beradaptasi dan pengembangan akal pada kaum muda. Ini menunjukkan video game memiliki peran dalam pendidikan tinggi.”

“Studi ini juga menunjukkan, keterampilan lulusan dapat ditingkatkan dalam waktu relatif singkat; dengan perolehan yang dilaporkan dicapai selama delapan minggu dan merepresentasikan hanya bermain game 12 jam. Hasil uji coba terkontrol secara acak di sini menunjukkan bahwa wacana populer seputar dugaan dampak buruk video game harus diimbangkan dengan pertimbangan potensi positifnya.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.